Tiga Pendaki Wanita di Bukit Manjai, Drama Evakuasi hingga Digendong Relawan

Tim gabungan mengevakuasi tiga pendaki wanita di Bukit Manjai Kabupaten Banjar

Tiga pendaki asal Banjarbaru sempat mengalami kendala saat berada di jalur Bukit Manjai. Salah seorang terluka ringan dan satu korban harus digendong relawan saat proses evakuasi.

BANJAR, borneoinfonews.com – Tiga pendaki wanita asal Kota Banjarbaru berhasil dievakuasi setelah mengalami kendala saat berada di kawasan Bukit Manjai, Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (12/8/2026) malam.

Ketiganya yakni Gebi Mentari Manulang (18), Sartika Partubolom (19), dan Roswita Clairiene Lyssandra Suwito (18).

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, ketiganya mulai melakukan pendakian sekitar pukul 12.30 Wita. Sekitar pukul 15.00 Wita, mereka telah tiba di kawasan Bukit Manjai dan sempat beristirahat.

Sekitar pukul 16.00 Wita, ketiganya mulai turun untuk kembali. Namun, dalam perjalanan mereka keluar dari jalur utama dan mengalami kendala.

Salah seorang pendaki juga sempat terpeleset hingga mengalami luka lecet pada bagian lengan sebelah kiri.

Tiga pendaki wanita asal Banjarbaru yang berhasil dievakuasi tim gabungan setelah mengalami kendala di kawasan Bukit Manjai, Kabupaten Banjar, Rabu (12/8/2026) malam.

Teriakan Minta Tolong Didengar Relawan

Informasi mengenai ketiga pendaki kemudian diterima tim gabungan. Salah satu anggota Relawan Aksi Karang Intan dan Aranio Tanggap (RAKAT), Alwi, langsung bergerak menuju lokasi.

Alwi menggunakan sepeda motor menuju kawasan atas Bukit Manjai untuk mencari keberadaan ketiga pendaki. Namun, setelah sampai di lokasi, ia belum menemukan mereka.

Ia kemudian kembali turun.

Saat dalam perjalanan turun, Alwi mendengar teriakan meminta tolong dari arah jalur.

“Saya waktu itu langsung berangkat pakai motor sampai ke atas, tetapi tidak menemukan mereka. Setelah itu saya turun. Saat perjalanan turun, saya mendengar ada yang berteriak minta tolong,” ujar Alwi.

Mendengar teriakan tersebut, Alwi langsung mendatangi sumber suara. Ia kemudian menemukan ketiga pendaki dalam kondisi selamat.

Alwi selanjutnya menghubungi rekan-rekan emergency untuk meminta bantuan penerangan dan tali dan lainnya. Peralatan tersebut diperlukan untuk mendukung proses evakuasi karena kondisi medan cukup sulit.

“Saya langsung menginformasikan ke kawan-kawan emergency supaya membawa penerangan dan tali untuk membantu proses evakuasi,” katanya.

Satu Pendaki Digendong Relawan

Proses evakuasi kemudian dilakukan bersama-sama. Kondisi medan membuat perjalanan keluar dari lokasi cukup berat.

Salah seorang pendaki mengalami kelelahan sehingga kesulitan melanjutkan perjalanan. Alwi kemudian membantu menggendong korban menuju lokasi yang lebih aman.

Ketiganya selanjutnya dibawa bersama seluruh personel menuju basecamp.

Proses evakuasi melibatkan RAKAT, DPKP Kabupaten Banjar, tiga personel Polsek Karang Intan, satu personel Babinsa, PMI Kabupaten Banjar, Relawan Penda Sekumpul Depan, Borneo Rescue, serta relawan gabungan lainnya.

Sekitar pukul 20.20 Wita, ketiga pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Salah seorang pendaki mengalami luka lecet pada lengan sebelah kiri akibat terpeleset. Dua pendaki lainnya tidak dilaporkan mengalami cedera serius.

Bukan Jalur Utama

Alwi menjelaskan, lokasi ketiga pendaki ditemukan bukan merupakan jalur utama pendakian Bukit Manjai.

Menurutnya, jalur tersebut memang direncanakan untuk dibuka dan dikembangkan menjadi akses baru yang dikenal sebagai Tanjakan Warik 2.

Kondisi jalur yang belum menjadi jalur utama tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pendaki ketika melakukan aktivitas di kawasan Bukit Manjai.

Bukit Manjai sendiri dikenal dengan Tanjakan Warik, salah satu jalur yang cukup dikenal di kalangan pendaki.

Meski memiliki ketinggian sekitar 337 meter di atas permukaan laut (MDPL), Bukit Manjai tetap menjadi salah satu lokasi favorit untuk aktivitas pendakian.

Selain menawarkan pemandangan alam, kawasan ini juga menjadi alternatif wisata pendakian karena lokasinya relatif dekat dari pusat Kota Banjarbaru. Perjalanan menuju kawasan tersebut dapat ditempuh sekitar 30 menit.

Tim gabungan melakukan proses evakuasi terhadap tiga pendaki wanita yang mengalami kendala di kawasan Bukit Manjai, Desa Mandiangin Timur, Kabupaten Banjar, Rabu (12/8/2026) malam.

Gebi Sempat Minta Bantuan

Sebelum ditemukan tim evakuasi, salah satu korban, Gebi, sempat dihubungi melalui sambungan telepon.

Gebi mengatakan kondisi medan yang cukup curam membuat mereka kelelahan dan panik.

“Kami sempat panik karena medannya cukup curam. Jadi kami minta bantuan supaya segera dievakuasi,” ujar Gebi.

Permintaan bantuan tersebut kemudian ditindaklanjuti tim gabungan yang bergerak menuju lokasi.

Polisi Imbau Pendaki Berhati-hati

Kapolres Banjar AKBP Fadli, melalui Kapolsek Karang Intan, Ipda M. Yusuf, mengimbau para pendaki agar selalu berhati-hati selama melakukan aktivitas pendakian khususnya di Bukit Manjai.

Ia juga meminta pendaki mematuhi aturan petugas dan mengikuti seluruh arahan yang diberikan di lapangan.

“Para pendaki agar selalu berhati-hati dalam melakukan pendakian, mematuhi aturan petugas di lapangan dan mengikuti seluruh arahan petugas di Bukit Manjai. Ini demi menjaga keselamatan para pendaki,” imbau Ipda M. Yusuf.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pendakian tetap membutuhkan persiapan dan kewaspadaan, meski lokasi tujuan memiliki ketinggian yang relatif rendah.

Memahami jalur, memperhitungkan kondisi fisik, membawa perlengkapan yang memadai, serta mengikuti arahan petugas menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan selama pendakian.

(bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *