Operasi SAR memasuki hari ke-19. Sebanyak 186 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 selamat dan 78 meninggal dunia.
BANJARMASIN, borneoinfonews.com – Operasi pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-19, Kamis (1/10/2026). Tim SAR gabungan masih mencari 57 korban yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes kapal.
Hingga akhir operasi hari ke-18, Basarnas mencatat 186 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 78 orang meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan pencarian tetap dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi bangkai kapal dan keselamatan penyelam.
“Dalam dua hari terakhir, dari area penyelaman memang belum ada temuan lagi. Karena area yang aman untuk penyelam sudah kita lakukan penyisiran,” kata Putu dalam konferensi pers.
Menurut Putu, masih terdapat bagian bangkai kapal yang kondisinya berisiko untuk dimasuki penyelam. Karena itu, tim SAR tidak akan memaksakan penyelaman pada area yang dapat membahayakan keselamatan personel.
“Kalau memang area itu berisiko, kami tidak akan merekomendasikan penyelam untuk masuk. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Kondisi Bangkai Kapal Terus Berubah
Putu menjelaskan kondisi bangkai kapal terus berubah. Posisi kapal semakin tidak stabil akibat kondisi dasar laut dan arus di sekitar lokasi.
“Bangkai kapal ini semakin tidak stabil. Ada pergeseran dan perubahan kemiringan,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim dalam menentukan area penyelaman yang masih memungkinkan untuk dimasuki.
Selain posisi kapal, kondisi dasar laut juga menjadi kendala. Dasar laut di sekitar bangkai kapal berupa lumpur sehingga material tersebut masuk ke bagian kapal.
Situasi itu membuat jarak pandang penyelam sangat terbatas.
“Visibilitasnya sangat rendah. Bahkan dengan menggunakan senter pun sulit untuk melihat,” kata Putu.
Ia menambahkan, tim juga menemukan material yang mulai keluar dari bangkai kapal, termasuk minyak dan material lainnya.
Kondisi tersebut turut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pencarian berikutnya.
Keputusan Penyelaman Dibahas Bersama
Putu menegaskan keputusan terkait penyelaman maupun evakuasi tidak dilakukan secara sepihak.
Menurutnya, tim SAR mempertimbangkan laporan personel di lapangan serta masukan dari unsur yang terlibat dalam operasi.
“Keputusan tidak hanya dari Basarnas. Kami akan mempertimbangkan masukan dari seluruh unsur yang terlibat di lapangan,” ujarnya.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap langkah pencarian tetap mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan personel.

Pencarian Permukaan Tetap Berjalan
Di tengah keterbatasan penyelaman, pencarian di permukaan tetap dilakukan di wilayah kerja Kantor SAR Palangka Raya.
Sebanyak 10 personel dibagi menjadi dua tim. Mereka menyisir ke arah kanan dan kiri dari lokasi penemuan terbaru di wilayah Kalimantan Tengah.
Penyisiran tersebut dilakukan untuk menemukan korban yang kemungkinan terbawa arus dan berada di wilayah pesisir maupun perairan Kalimantan Tengah.
Empat Jenazah Ditemukan Hari ke-18
Pada hari ke-18, tim SAR menemukan empat jenazah di dua lokasi di Kalimantan Tengah.
Satu korban ditemukan di Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara. Tiga korban lainnya ditemukan di Sungai Teruntung, Kabupaten Seruyan.
Penemuan tersebut menambah jumlah korban yang telah ditemukan dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8.
Hingga akhir operasi hari ke-18, total 186 orang telah ditemukan. Sebanyak 108 orang selamat dan 78 orang meninggal dunia.
Sementara itu, 57 korban masih dalam pencarian.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 telah berlangsung sejak 13 September 2026. Dengan demikian, Kamis (1/10/2026) merupakan hari ke-19 operasi pencarian dan pertolongan.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dengan mengoptimalkan penyisiran permukaan dan penyelaman pada area yang dinilai aman.
(bin/sp)
