JAKARTA, borneoinfonews.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).
Suyudi sebelumnya menjabat sebagai perwira tinggi Polri sebelum ditunjuk untuk menduduki jabatan Kapolri. Pengangkatan tersebut menjadi awal kepemimpinannya di Korps Bhayangkara.
Suyudi Resmi Pimpin Polri
Dalam pelantikan tersebut, Suyudi mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Ia berjanji menjalankan tugas sebagai Kapolri dengan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945, serta menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan.
Suyudi juga menyatakan akan menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi etika jabatan dan tanggung jawab sebagai pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Setelah pengucapan sumpah, Presiden Prabowo memasangkan tanda pangkat Jenderal Polisi kepada Suyudi.
Prabowo kemudian menyematkan tanda jabatan Kapolri kepada Suyudi sebagai simbol dimulainya tugas baru tersebut.

Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri
Selain Suyudi, Prabowo melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.
Wahyu menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.
Pelantikan Kapolri dan Wakapolri sekaligus menandai perubahan kepemimpinan di tingkat tertinggi Polri.
Sementara itu, Listyo Sigit Prabowo diberhentikan dengan hormat dari jabatan Kapolri dan mendapat ucapan terima kasih atas pengabdiannya.
Suyudi Siapkan Konsolidasi Internal
Usai pelantikan, Suyudi mengatakan akan melakukan konsolidasi internal sebagai langkah awal kepemimpinannya.
Ia akan melihat kembali program yang telah dijalankan pimpinan sebelumnya. Program yang masih relevan akan dilanjutkan, sedangkan bagian yang membutuhkan pembenahan akan diperbaiki.
“Kami tentunya akan melakukan konsolidasi secara internal dan kami juga tentunya akan melakukan langkah-langkah apa yang telah dilakukan oleh pimpinan sebelumnya. Kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan masih cukup baik kita akan lanjutkan, dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki,” ujar Suyudi.
Suyudi juga menekankan peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil dan kedekatan Polri dengan masyarakat.
“Kami akan mengedepankan upaya-upaya peningkatan pelayanan publik, kemudian juga penegakan hukum yang adil dan kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami, yaitu Polisi Bersama Masyarakat,” katanya.
Bawa Program Polisi Bersama Masyarakat
Suyudi mengatakan polisi harus berada di tengah masyarakat agar dapat menerima persoalan warga dan memberikan respons secara cepat.
“Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat, dan juga dapat mendapatkan jawaban, memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat,” ucapnya.
Tema “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi salah satu arah yang dibawa Suyudi dalam kepemimpinannya.
Ia juga menyebut akan memperhatikan strategi dan peta jalan yang telah disusun sebelumnya, termasuk program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Dengan pelantikan tersebut, Suyudi resmi memimpin Polri. Konsolidasi internal dan pemetaan persoalan menjadi langkah awal yang disiapkan untuk menjalankan agenda kepemimpinannya.
(bin)
