Waduh! Tanpa Alas Kaki, Haris Jalan Kaki Ratusan Kilometer dari Tamiang Layang demi Kembalikan Dompet

Dua hari berjalan kaki tanpa uang dan alas kaki, Haris mengaku membawa dompet berisi sejumlah dokumen untuk mencari pemiliknya di Gambut.

MARTAPURA, borneoinfonews.com – Dengan kondisi sederhana, tanpa alas kaki dan hanya membawa barang seadanya, Haris (27) terus berjalan dari Tamiang Layang, Kalimantan Tengah.

Di tengah perjalanan panjang itu, ia membawa sebuah dompet yang disebut bukan miliknya. Haris mengaku berjalan menuju Gambut, Kabupaten Banjar, dengan tujuan mencari pemilik dan mengembalikan dompet beserta dokumen di dalamnya.

Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 20.00 WITA, Haris ditemui saat beristirahat di sebuah pos usang di Simpang Empat Gunung Balai, Desa Sungai Arfat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, tepatnya di Jalan Bypass Mali-Mali.

Ia terlihat seorang diri dengan pakaian yang tampak lusuh dan tanpa mengenakan alas kaki.

Haris mengaku sudah dua hari berjalan kaki dari Tamiang Layang. Ia tidak membawa banyak barang dan mengatakan tidak memiliki uang selama perjalanan.

Meski dalam kondisi tersebut, Haris tetap melanjutkan perjalanan. Ia mengatakan tujuannya adalah Gambut untuk mengembalikan dompet yang ditemukannya lebih dari dua minggu lalu di wilayah Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.

Menurut Haris, dompet itu ditemukan dalam kondisi terjatuh di jalan aspal.

Sempat Mencari Alamat Pemilik

Setelah menemukan dompet, Haris mengaku berusaha mencari pemilik berdasarkan identitas yang terdapat di dalamnya.

Ia mengatakan memperoleh informasi tambahan melalui unggahan YouTube dan pencarian di internet. Setelah itu, Haris mencoba mendatangi alamat yang tercantum pada KTP.

Namun, menurut pengakuannya, alamat tersebut tidak berhasil ditemukan.

Haris kemudian memilih melanjutkan perjalanan menuju Gambut. Ia memperkirakan dapat tiba di kawasan tersebut pada Rabu (23/9/2026).

“Saya berniat mengembalikan,” ujar Haris.

Ia juga mengaku pernah berkomunikasi dengan pihak yang berkaitan dengan pemilik dompet. Menurut Haris, dirinya mengetahui adanya permintaan agar dompet tersebut dikembalikan ke Gambut melalui unggahan di YouTube.

“Di YouTube itu sambil menangis, minta pengembalian. Minta kembalikan ke Gambut,” katanya.

Isi Dompet

Berdasarkan pengecekan awal, dompet yang dibawa Haris berisi sejumlah dokumen dan kartu.

Di antaranya KTP atas nama Muhammad Fikri Fahmi, kartu mahasiswa, SIM A, SIM C, beberapa kartu debit serta foto.

Haris mengatakan tidak menemukan uang di dalam dompet tersebut.

Ia juga mengaku membawa telepon seluler. Namun, menurut Haris, perangkat tersebut tidak dapat menyala.

Karena itu, ia mengandalkan informasi yang diperoleh dari internet untuk membantu menemukan pemilik dompet.

Warga Ikut Memperhatikan

Kisah perjalanan Haris juga menarik perhatian warga sekitar.

David (31), warga setempat, mengaku pernah melihat Haris sebelumnya di kawasan Tinggul Irang, Martapura. Namun, menurut David, pertemuan itu sudah cukup lama.

David mengatakan pakaian yang dikenakan Haris saat ini kurang lebih sama dengan yang pernah dilihatnya ketika itu.

Saat melihat Haris kembali berada di pos tersebut, David mengaku merasa iba. Ia melihat Haris seorang diri dan berjalan kaki, sementara Haris mengaku datang dari Tamiang Layang.

David kemudian sempat menanyakan identitas Haris. Namun, Haris tidak dapat menunjukkan kartu identitas pribadinya.

Menurut David, benda yang ditunjukkan Haris saat itu justru dompet yang sedang dibawanya.

Tetap Melanjutkan Perjalanan

Hingga berita ini ditulis, Haris kembali melanjutkan perjalanan menuju Gambut.

Tanpa alas kaki, tanpa uang dan hanya membawa barang seadanya, ia masih berjalan menuju tujuan yang disebutnya untuk mengembalikan dompet kepada pemiliknya.

Perjalanan Haris belum selesai. Ia masih harus menemukan pemilik dompet dan memastikan dokumen yang ditemukan dapat kembali kepada orang yang berhak.

Sementara itu, borneoinfonews.com masih berupaya mengonfirmasi Muhammad Fikri Fahmi sebagai nama yang tercantum dalam dokumen tersebut terkait temuan dompet dan proses pengembaliannya.

(bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *