Meski sejumlah wilayah Kalsel mulai diguyur hujan melalui OMC, titik api masih muncul di Gambut dan asap mengganggu aktivitas warga.
GAMBUT, borneoinfonews.com – Hujan mulai turun di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Namun, kondisi berbeda masih dirasakan warga di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto, S.I.K., M.Si. mengatakan titik api di Gambut masih terus muncul. Tim gabungan pun harus bergerak cepat setiap kali menerima laporan kebakaran.
“Hari ini kita melakukan pemadaman di wilayah Gambut. Kita masih fokus di wilayah Gambut karena titik api di wilayah Gambut ini masih muncul. Jadi itu muncul, kita padamkan, muncul titik baru kita padamkan,” ujarnya, Selasa (29/9/2026) sore.

Menurut Boni, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan barisan pemadam kebakaran masyarakat terus melakukan penanganan. Posko penanganan juga dipusatkan di wilayah Gambut untuk mempercepat respons terhadap titik api baru.
Lima Titik Api Terdeteksi
Berdasarkan pemantauan pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 16.30 WITA, terdapat lima titik api di Kabupaten Banjar.
Satu titik berada di Kecamatan Sungai Tabuk, sedangkan empat titik lainnya berada di Kecamatan Gambut.
Boni mengatakan empat titik api di Gambut telah berhasil dipadamkan. Sementara satu titik di Sungai Tabuk masih dalam penanganan petugas.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hujan yang turun di sejumlah wilayah belum sepenuhnya menghentikan kemunculan titik api.

Warga Sebut Hujan Belum Merata
Kondisi serupa dirasakan Yaya, warga Gambut. Ia mengatakan hujan yang turun di sejumlah wilayah belum dirasakan secara merata di tempat tinggalnya.
Menurut Yaya, hujan lebih banyak terjadi di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan sebagian wilayah lainnya. Sementara di kawasan Gambut, hujan belum turun secara merata.
“Kalau di tempat kami belum ada hujan. Kalaupun ada, paling rintik-rintik sebentar,” kata Yaya.
Menurutnya, hujan dengan intensitas ringan dan durasi singkat belum mampu memadamkan api yang masih muncul di sejumlah lokasi.
Bahkan, asap akibat kebakaran masih terasa dan mengganggu aktivitas warga.
Yaya mengaku sejauh ini tidak mengalami gangguan kesehatan seperti ISPA. Namun, keberadaan asap tetap dirasakan mengganggu, terutama pada pagi hari ketika warga mulai beraktivitas dan berangkat bekerja.
“Kalau asap cukup mengganggu aktivitas warga, terutama pagi hari saat mau berangkat kerja,” ujarnya.
Api Kembali Muncul di Jalan A Yani
Yaya mengatakan kebakaran kembali terjadi pada Selasa sekitar pukul 16.00 WITA di Jalan A Yani Km 16,8, RT 27, Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut.
Menurutnya, kejadian serupa juga terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.
Saat itu, api disebut menjalar dari kawasan dekat Terminal Pal 17 Gambut. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada barisan pemadam kebakaran.

Kemunculan api secara berulang membuat warga harus tetap waspada meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah.
Polisi Minta Warga Segera Melapor
Kapolres Banjar mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun dugaan pembakaran lahan.
“Kita berpesan kepada masyarakat untuk melaporkan ke posko kita yang ada di wilayah untuk proses tindak lanjut pemadaman,” katanya.
Boni juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Ia meminta warga ikut menjaga lingkungan untuk mencegah kebakaran meluas.
Di tengah hujan yang belum merata, penanganan titik api di Gambut masih terus dilakukan. Warga pun masih harus beraktivitas di tengah kondisi asap yang muncul akibat kebakaran.
(bin/rasyad)
