Inovasi KLIK PSIKO diperkenalkan melalui program Satu Pekan Satu Ilmu untuk meningkatkan pemahaman pegawai tentang dukungan psikologis bagi masyarakat terdampak bencana.
PARINGIN, borneoinfonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mengenalkan inovasi KLIK PSIKO sebagai upaya memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat terdampak bencana. Sosialisasi tersebut dilaksanakan melalui program Satu Pekan Satu Ilmu (SPSI) pekan ke-44 tahun 2026 di ruang rapat Kantor BPBD Balangan, Kamis (29/10/2026).
Narasumber Aulia Azizah menjelaskan, KLIK PSIKO merupakan inovasi layanan BPBD Balangan yang bertujuan memberikan pertolongan pertama psikologis kepada penyintas bencana. Menurutnya, penanganan bencana perlu memperhatikan kondisi mental masyarakat, selain kerugian materi dan fisik. “Bencana tidak hanya menimbulkan kerugian materi dan fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikis. Melalui inovasi KLIK PSIKO, kita ingin memastikan bahwa penanganan bencana juga menyentuh aspek pemulihan trauma agar masyarakat bisa bangkit dan pulih lebih cepat,” ujar Aulia.
Ia menambahkan, pemulihan trauma penting untuk membantu mencegah dampak psikologis berkepanjangan, seperti kecemasan berlebihan dan gangguan stres pascatrauma. Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lanjut usia. Melalui SPSI, BPBD Balangan berupaya meningkatkan kapasitas pegawai dalam memahami kebutuhan psikososial masyarakat terdampak bencana, selain kemampuan teknis penanggulangan bencana.
Kegiatan yang diikuti seluruh staf dan pegawai tersebut berlangsung interaktif selama sekitar 5–15 menit. Setelah sosialisasi KLIK PSIKO, agenda dilanjutkan dengan pengisian aplikasi SAKIP Pra. Inovator SPSI, Wahyu, mengapresiasi kehadiran seluruh pegawai dan menjelaskan bahwa pengisian aplikasi tersebut dimajukan dari jadwal semula 5 November menjadi 29 Oktober 2026 agar proses input dapat segera dilaksanakan.
“Agenda SPSI, yakni sosialisasi KLIK PSIKO dari Bidang 3 dan dilanjutkan pengisian aplikasi SAKIP Pra, sangat penting. Semestinya pengisian SAKIP Pra dilaksanakan minggu depan (5 November 2026), tetapi kita majukan minggu ini (29 Oktober 2026) agar proses input pada SAKIP Pra segera dilaksanakan,” ujar Wahyu. Ia menegaskan, SPSI menjadi wadah berbagi pengetahuan antarbidang, sedangkan pengisian SAKIP Pra merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas kinerja instansi agar terlaksana sesuai jadwal.
(borneoinfonews/Adv)
