Simbol Perlawanan! Para Jurnalis Turunkan ID Card Sebagai Bentuk Solidaritas Untuk Juwita

Banjarbaru, borneoinfonews.com – Ratusan jurnalis dari berbagai organisasi pers bersama mahasiswa menggelar aksi solidaritas di depan Tugu Titik Nol Banjarbaru, Kamis (03/03/2025), untuk menuntut keadilan atas kematian tragis jurnalis Juwita. Mereka melepas ID Card mereka sebagai simbol keprihatinan, solidaritas dan komitmen untuk mengawal kasus yang penuh dengan kejanggalan dan memerlukan transparansi hukum.

Aksi ini berlangsung damai namun penuh semangat, dengan jurnalis dan mahasiswa menegaskan bahwa kebebasan pers dan peran mereka dalam menjaga keadilan tak bisa dipadamkan. Peserta aksi menegaskan bahwa mereka tidak hanya melepaskan ID Card sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, tetapi juga untuk menunjukkan tekad mereka dalam memastikan kebebasan berekspresi tetap terlindungi.

“Kami mungkin tidak memiliki senjata api, tapi kami punya pena dan suara, kami memiliki kekuatan untuk mengungkap kebobrokan dan memastikan keadilan tetap ditegakkan,” ujar salah satu perwakilan Forum Jurnalis Banjar dalam aksi tersebut.

Dalam aksi ini, perwakilan Forum Jurnalis Banjar juga menegaskan bahwa kasus Juwita harus diselidiki dengan penuh transparansi.

“walapun kami tidak punya senjata, tapi kami bisa menulis dan kami bisa menyebarkan kebobrokan aparatur yang memang bobrok, kami berharap kasus juwita ini dibuka seluas-luasnya setransparannya karena seolah-olah ada yang memang di tutup tutupi”. Ujarnya.

Tuntutan selanjutnya adalah agar penyelidikan melibatkan lebih dari sekadar Denpom. Penyelidikan ini harus melibatkan Polri secara keseluruhan, terutama Polda Kalimantan Selatan guna memastikan proses yang lebih terbuka dan profesional.

“Kami Berharap kasus ini disidik secara terbukan dan lintas aparat artiya bukan hanya denpom yang menyidik tapi seharusnya dibentuk tim lintas institusi yang melibatkan polri yang dalam hal ini mungkin polda kalimantan selatan” Tutpnya.

Ketua Koordinator aksi, Suroto, memberikan orasi yang penuh emosi, menyerukan bahwa keadilan untuk Juwita adalah keadilan bagi semua jurnalis.

“Juwita bukan hanya rekan kerja, dia adalah bagian dari kita semua. Luka yang ia derita adalah luka kita bersama. Kami kehilangan seorang sahabat dan simbol keberanian. Kami ingin keadilan!” serunya dengan lantang, disambut sorakan massa.

Suroto menegaskan tuntutannya untuk hukuman yang setimpal bagi pelaku.

“Kami menuntut keadilan dengan tegas! Pelaku harus dihukum seberat-beratnya, bahkan jika perlu dengan hukuman mati!”

Aksi ini bukan hanya soal keadilan bagi Juwita, tetapi juga tentang memastikan kebebasan pers terlindungi. Solidaritas antara jurnalis dan mahasiswa menjadi bukti bahwa mereka tak akan diam dalam memperjuangkan keadilan dan memastikan kebebasan berekspresi tetap terjaga di negeri ini. (bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *