Banjar, borneoinfonews.com — Jalan Gubernur Sahbirin Noor kembali memakan korban. Minggu (3/8/2025) sore, sebuah Daihatsu Xenia bernomor polisi DA 1353 ZAK terperosok ke jurang di kawasan turunan menikung sebelum Desa Bunglai, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan di jalur rawan tersebut.
Detik-Detik Kecelakaan
Sekitar pukul 15.00 WITA, Hendrawan (26) yang mengemudikan Xenia berangkat dari Tanah Bumbu menuju Banjarmasin bersama dua penumpang. Saat melewati turunan tajam yang disertai tikungan, muncul Hyundai Creta putih dari arah berlawanan yang diduga melebar ke jalurnya. Demi menghindari tabrakan, Hendrawan membanting setir. Namun, mobil justru kehilangan kendali dan terperosok ke jurang dengan kedalaman sedang.
“Pas berpapasan, mobil itu sudah memakan badan jalan. Saya menghindar, tapi malah mobil saya masuk ke jurang. Syukurnya kami semua selamat,” tutur Hendrawan, yang masih terlihat syok. Usai kejadian, pengemudi Hyundai langsung kabur tanpa jejak.

Kesaksian Teman Hendrawan
Seorang rekan Hendrawan yang juga sesama sopir travel menceritakan kronologi dari sudut pandangnya.
“Mulai arah Tanah Bumbu ke sini, ada mobil mengambil jalan, tidak bisa naik gunung tapi malah melebar. Jadi kawan ulun ini menghindari, supaya tidak ada baku tumbuk. Akhirnya slip, masuk ke situ gara-gara menghindari pengendara lain dari arah Banjar,” ujarnya.

Saat ditanya soal kondisi pengemudi Hyundai, ia menegaskan, “Pengemudi langsung kabur. Unit Hyundai Creta warna putih itu kabur setelah kejadian.” tambahnya.
Ia pun menyampaikan harapan agar pengendara lebih berhati-hati. “Harapannya ya selalu hati-hati di jalan, sabar, jangan ego. Jalan di sini sebenarnya kalau sudah hafal aman-aman saja. Tapi sering yang celaka itu pengguna pribadi, bukan travel. Mereka kadang tidak tahu tikungan, langsung laju saja,” jelasnya.
Jalur Rawan, Lima Kecelakaan di Hari yang Sama

Tragisnya, insiden ini bukan satu-satunya. Di hari yang sama, sedikitnya lima kecelakaan lain dilaporkan di ruas jalan ini. Bahkan, salah satunya menyebabkan korban mengalami patah kaki. Kondisi ini semakin menegaskan betapa rawannya jalur alternatif Banjarbaru–Batulicin, khususnya di kawasan Karang Intan, Aranio, Sungai Pinang dan sekitarnya.
Evakuasi Dramatis Hingga Tengah Malam
Proses evakuasi Xenia memakan waktu panjang. Tim gabungan dari Emergency Banjar Respons (EBR), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, serta aparat Polsek Aranio baru bisa menuntaskan misi pada Senin (4/8/2025) pukul 00.30 WITA.

Sa’dudin, 01 EBR, memimpin langsung jalannya evakuasi. Ia menegaskan, “Telah terjadi satu unit mobil Xenia gugur ke jurang. Kendaraan dari Tanah Bumbu itu rencananya melewati jalur ini menuju ke Banjarmasin.”
Ia pun memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada Kapolsek Aranio yang turun langsung bersama anggota, juga rekan-rekan dari DPKP Kabupaten Banjar serta relawan gabungan yang ikut membantu.”
Peringatan Serius untuk Pengguna Jalan
Dalam wawancaranya, Sadudin menyampaikan peringatan keras. “Mungkin untuk semua yang melintas di sini, supaya hati-hati. Karena hari ini saja sudah ada 5 kejadian di waktu berbeda, tapi masih di hari yang sama,” ujarnya.
Menurutnya, evakuasi kali ini jauh lebih sulit. “Kesulitannya lebih sulit dari yang malam kemarin, berhubung ada lubang agak dalam. Jadi untuk evakuasi unitnya kita harus ekstra dan berganti posisi beberapa kali,” jelasnya.
Kejadian Sehari Sebelumnya: Begini Kronologi Sigra Daniel Terperosok ke Jurang di Bunglai, Nyaris Terbalik Usai Kaget Berpapasan Mobil

Ia menambahkan, laporan kecelakaan baru diterima setelah Magrib. “Saat itu driver membawa dua penumpang ke Banjarmasin untuk check up. Alhamdulillah semuanya selamat,” pungkasnya.
Himbauan Kapolsek Aranio

Kapolsek Aranio Ipda Cucu Ariawan Supriatin yang turut hadir dalam proses evakuasi juga memberikan imbauan kepada masyarakat. “Kami minta seluruh pengguna jalan yang melintas di jalur ini agar lebih berhati-hati, terutama di turunan dan tikungan tajam. Kendalikan kecepatan, utamakan keselamatan, dan jangan memaksakan diri saat kondisi jalan tidak memungkinkan. Keselamatan lebih utama daripada kecepatan,” tutupnya.
(bin/rasyad)
