Begini Kronologi Sigra Daniel Terperosok ke Jurang di Bunglai, Nyaris Terbalik Usai Kaget Berpapasan Mobil

Aranio – Borneoinfonews.com – Perjalanan pulang Daniel (20) berubah mencekam setelah mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikannya terperosok ke jurang di jalur alternatif Banjarbaru–Batulicin, tepatnya di Desa Bunglai, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Jumat (1/8) sore.

Perjalanan Pulang dan Pengalaman Jalur Rawan

Usai mengantar pacarnya ke Desa Karang Liwar, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kotabaru, Daniel memutuskan pulang ke rumahnya di Kelayan, Banjarmasin. Ia memilih melintasi Jalan Gubernur Sahbirin Noor, jalur alternatif yang lebih cepat namun dikenal rawan kecelakaan.

Daniel mengaku bukan pertama kali melewati jalur tersebut.
“Saya sudah beberapa kali lewat jalur ini, sekitar lima kali, dan tidak pernah seperti ini,” ujarnya.

Daniel (kaos putih) bersama Kevin saat menceritakan kronologi kecelakaan kepada aparat kepolisian di lokasi kejadian.

Kaget Saat Berpapasan

Cuaca saat itu gerimis, membuat kondisi jalan licin. Sekitar pukul 17.00 WITA, saat melintas di jalur datar berkelok, Daniel berpapasan dengan mobil dari arah berlawanan yang sedang menanjak. Kontur jalan yang menutupi pandangan membuat kendaraan itu tiba-tiba terlihat melebar ke jalurnya.

Kaget, Daniel spontan membanting setir ke kanan. Sigra bernomor polisi DA 1455 JO itu slip dan oleng, keluar dari badan jalan beraspal, lalu meluncur sekitar 10 meter ke area semak. Mobil akhirnya terperosok ke jurang dan tersangkut pada pohon akasia.

“Mobil itu tiba-tiba melebar. Daniel kaget, langsung banting setir. Mobilnya slip, keluar dari jalan, lalu masuk semak dan terperosok ke jurang. Untung tertahan pohon akasia,” tutur Kevin (19), adik sepupu sekaligus pemilik mobil.

Tim rescue gabungan bersama DPKP Damkar Banjar membersihkan pepohonan dengan mesin pemotong kayu saat proses evakuasi.

Kondisi Mobil dan Korban

Mobil tampak nyaris terbalik. Sisi kanan mengalami penyok dengan goresan panjang serta bekas tanah, kap mobil ikut penyok, dan bagian atas pintu kanan tertekan hingga menyebabkan kaca depan retak. Spion kanan patah meski tidak pecah.

Di sisi kiri, bamper depan dan samping ringsek akibat tertimpa pohon akasia yang menghentikan laju mobil. Daniel selamat, meski mengeluh sakit di dada akibat benturan keras.

Mobil Daihatsu Sigra milik Daniel tampak tersangkut di pohon akasia usai terperosok ke jurang di Bunglai, Aranio

Evakuasi Dramatis Hingga Malam Hari

Karena minim sinyal, Daniel harus berjalan mencari jaringan untuk meminta pertolongan. Setelah hampir dua jam, sekitar pukul 19.30 WITA, ia berhasil menghubungi tim rescue.

Emergency Banjar Respons (EBR) yang dipimpin Sa’duddin segera menuju lokasi bersama DPKP Damkar Kabupaten Banjar dan Unit Ambulans Saudara. Aparat kepolisian Aranio juga dikerahkan untuk membantu evakuasi.

Medan yang dipenuhi pepohonan sedang membuat proses evakuasi berjalan sulit. Petugas menggunakan dua mesin pemotong kayu dan beberapa parang untuk membersihkan jalur. Setelah itu, mobil ditarik ke atas menggunakan dua unit kendaraan damkar dan EBR.

Beruntung, setelah berhasil dievakuasi, mobil masih bisa dijalankan meski tampak penyok. Mesin dan stir dinyatakan aman. Keluarga yang tiba di lokasi segera membawa Daniel ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jalur Alternatif yang Rawan

Jalan Gubernur Sahbirin Noor memangkas waktu perjalanan lebih dari satu jam dibanding jalur biasa. Meski konsumsi bahan bakar relatif sama, jalur ini penuh tanjakan dan tikungan tajam yang menuntut kewaspadaan ekstra.

Namun, jalur ini dikenal rawan kecelakaan. Minim penerangan, rambu keselamatan yang belum memadai, serta kontur jalan berkelok menyebabkan sering terjadi kecelakaan, mulai dari kecelakaan tunggal hingga tabrakan. Tak sedikit kendaraan terperosok ke jurang atau selokan.

Selain itu, kawasan ini jarang terdapat pemukiman dan minim sinyal telepon, sehingga menyulitkan evakuasi darurat. Dalam sebulan terakhir, kecelakaan di jalur ini kerap terjadi, bahkan ada yang berujung merenggut nyawa.

“Faktanya seperti itu, bahkan tak sedikit pengguna jalan yang mengeluhkan hal tersebut,” Tutur Amat salah seorang warga.

Imbauan dari Kepolisian

Kevin menyampaikan terima kasih kepada tim rescue, aparat kepolisian, dan semua pihak yang terlibat.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim rescue, EBR, Damakar, Polres Banjar dan relawan yang sudah menolong Daniel hingga selamat,” Tutupnya.

Sementara itu, aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk berhati-hati melintasi jalur alternatif Banjarbaru–Batulicin, terutama pada malam hari dan saat cuaca buruk. Pengendara diingatkan untuk menjaga kecepatan, menggunakan sabuk pengaman, dan tidak berkendara dalam kondisi lelah. (bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *