Manajemen Grand Tan Hotel: “Kami Rugi Secara Material dan Non-Material”

BANJAR, borneoinfonews.com – Aksi massa yang berlangsung di halaman Hotel Grand Tan (eks Aston) Banjarmasin pada Jumat (17/10/2025) ternyata membawa dampak langsung bagi operasional hotel. General Manager Grand Tan Hotel, Denny Rifanie, mengaku pihaknya mengalami kerugian baik secara material maupun non-material akibat kejadian tersebut.

“Kalau dibilang dari sisi hotel, kita mengalami kerugian material maupun non-material,” ujar Denny saat memberikan keterangan kepada awak media.

Ia menyayangkan aksi tersebut karena mengganggu kenyamanan tamu yang sedang menginap maupun yang hendak check-in. “Sangat disayangkan, karena ada beberapa tamu kami yang mau check-in ataupun yang keluar itu terganggu, bahkan sampai ada anak-anak yang merasa takut,” ucapnya.

General Manager Grand Tan Hotel, Denny Rifanie, berharap permasalahan antara pihak terkait segera berakhir agar situasi kembali kondusif.

Denny berharap permasalahan antara pihak-pihak terkait dapat segera diselesaikan agar situasi kembali kondusif. “Saya berharap masalah ini bisa cepat selesai, sehingga hal-hal seperti ini bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Kepercayaan tamu mudah-mudahan tetap kepada kami, karena tidak mudah membangun kepercayaan itu,” katanya.

Ia juga mengimbau agar aksi massa di kemudian hari dapat berlangsung lebih tertib dan tidak mengganggu aktivitas hotel. “Saya mohon aksi massa bisa lebih kondusif, bisa lebih kalem. Supaya semuanya enak, mereka enak, kita enak, tamu pun enak,” ujar Denny.

Menurutnya, fokus utama manajemen hotel tetap pada pelayanan dan kepuasan tamu. “Fokus kami di hotel adalah memberikan pelayanan tamu semaksimal mungkin. Kepuasan tamu juga kami upayakan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Denny tak menampik bahwa aksi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran bagi karyawan dan keluarganya. “Saya juga takut. Kawan-kawan di lapangan kerja, dari keluarga juga takut. Keselamatan karyawan, tamu, dan semua orang di lingkungan hotel menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

Suasana halaman Hotel Grand Tan Banjarmasin, di mana sejumlah peserta aksi membangun tenda dan bertahan hingga malam hari.

Ia berharap suasana di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan pada umumnya bisa segera kembali kondusif. “Mudah-mudahan kalau ini bisa berakhir dengan cepat, semuanya bisa enak lagi. Kalimantan, khususnya Kabupaten Banjar, bisa lebih kondusif. Mari kita fokus membangun banua kita tercinta ini,” tutup Denny Rifanie.(bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *