ARANIO, Borneoinfonews.com — Jalan Gubernur Sahbirin Noor yang dikenal sebagai jalur alternatif Banjarbaru–Batulicin kembali memakan korban. Jumat (1/8) sore, sebuah mobil Daihatsu Sigra DA 1455 JO yang dikemudikan Daniel (20) terperosok ke jurang di Desa Bunglai, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Jumat (01/08/2025)
Perjalanan yang semula lancar berubah mencekam ketika Daniel baru saja melewati jalur berkelok dan tanjakan. Kevin (19), Adik sepupu korban, menuturkan penyebabnya.
“Daniel kaget karena sebuah mobil dari arah berlawanan tiba-tiba melebar usai menanjak. Ia refleks membanting setir, hingga mobil slip dan oleng, masuk semak sekitar 10 meter lebih, lalu terjun ke jurang dan tersangkut di pohon. Mobil yang berpapasan itu selamat, kemudian pergi,” jelas Kevin.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WITA dalam kondisi cuaca gerimis. Daniel selamat dari maut, meski mengeluh sakit di bagian dada akibat benturan keras. Lantaran lokasi minim sinyal, ia terpaksa berjalan mencari jaringan untuk menghubungi bantuan.
Nyaris Terbalik, Diselamatkan Pohon Akasia
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi mobil cukup parah. Bekas penyok dan goresan tampak di sisi kanan, kaca retak, dan bagian kanan atas pintu juga penyok. Mobil bahkan nyaris terbalik jika tidak tertahan oleh sebuah pohon akasia di sisi kiri jurang.

Sekitar pukul 19.30 WITA, Daniel berhasil menghubungi tim rescue gabungan. Ketua Emergency Banjar Respons (EBR), Sa’duddin atau akrab disapa Dudiin, mengatakan pihaknya bergerak cepat bersama DPKP Damkar Kabupaten Banjar dan Unit Ambulans Saudara dan Polsek Aranio.
“Kami menerima informasi sekitar setengah delapan malam. Kapolsek Aranio Ipda Cucu juga menurunkan tiga personel untuk membantu evakuasi,” ujar Dudiin.

Evakuasi Dramatis Hingga Malam
Proses evakuasi berlangsung menegangkan hingga jam 12 malam. Medan sulit membuat puluhan petugas harus lebih dulu membersihkan semak berduri dan pepohonan dengan mesin pemotong kayu. Setelah itu, mobil ditarik menggunakan dua unit kendaraan damkar dan EBR.
Saat evakuasi berlangsung, keluarga korban datang menjemput Daniel untuk dibawa ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Tak lupa Kevin, kakak sepupu korban, turut menyampaikan terima kasih atas bantuan semua pihak.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim rescue, EBR, Damakar, Polres Banjar dan relawan yang sudah menolong Daniel hingga selamat,” Tutupnya.
Jalur Rawan Kecelakaan
Warga sekitar menyebut jalur ini memang kerap menjadi lokasi kecelakaan. Minimnya penerangan, kondisi jalan menanjak dan berkelok, serta kurangnya rambu lalu lintas membuat pengendara harus ekstra waspada.
Kapolsek Aranio, Ipda Cucu, melalui anggotanya Bripda Risky Azhari, mengingatkan agar pengguna jalan lebih berhati-hati.
“Kami mengimbau pengendara untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan, menjaga kecepatan, dan berhati-hati di jalur menanjak serta berkelok. Gunakan sabuk pengaman, apalagi di malam hari atau saat cuaca kurang bersahabat,” ujar Bripda Risky.

Catatan Redaksi: Jalur alternatif Banjarbaru–Batulicin dikenal rawan kecelakaan. Pengendara diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan jika kondisi fisik lelah atau cuaca tidak mendukung.(bin/rasyad)
