Setahun Gelap Gulita, Lampu Jembatan Awang Bangkal Tak Kunjung Diperbaiki

Kondisi Jembatan Awang Bangkal saat malam hari tanpa penerangan jalan.

Warga Keluhkan PJU Mati Total, Pengendara Terancam Salah Jalur Saat Malam Hari

BANJAR, borneoinfonews.com – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jembatan Awang Bangkal, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, dilaporkan mati total selama lebih dari satu tahun. Hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan maupun penanganan yang berdampak langsung di lapangan.

Kondisi tersebut membuat jembatan yang menjadi salah satu jalur strategis penghubung Kota Banjarbaru menuju Kabupaten Tanah Bumbu hingga Kalimantan Timur itu gelap gulita saat malam hari.

Para pengendara yang melintas hanya mengandalkan lampu kendaraan masing-masing untuk menerangi jalan. Situasi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melintasi kawasan tersebut.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, matinya lampu penerangan di Jembatan Awang Bangkal sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Kondisi gelap di Jembatan Awang Bangkal saat malam hari akibat lampu PJU yang belum berfungsi dan belum diperbaiki selama lebih dari satu tahun.
Kondisi gelap di Jembatan Awang Bangkal saat malam hari akibat lampu PJU yang belum berfungsi dan belum diperbaiki selama lebih dari satu tahun.

“Sudah lebih dari setahun lampunya mati. Kalau malam gelap sekali, padahal ini jalur yang ramai dilalui kendaraan dari berbagai daerah,” ujarnya.

Menurutnya, keluhan masyarakat bahkan telah disampaikan kepada instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Sudah pernah kami sampaikan ke Dinas PUPR Provinsi, tapi sampai sekarang belum ada respons. Lampu-lampu di jembatan masih tetap mati,” katanya.

Awak media borneoinfonews.com sebelumnya juga telah melakukan konfirmasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan terkait kondisi lampu PJU di Jembatan Awang Bangkal.

Saat ditemui pada 10 April 2026 lalu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Robby Cahyadi, S.T., M.T., menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan berkoordinasi kepada petugas di lapangan.

“Nanti kami koordinasikan dengan rekan-rekan di lapangan,” ujarnya saat itu.

Namun hingga berita ini kembali diterbitkan, kondisi lampu penerangan di Jembatan Awang Bangkal masih dilaporkan belum berfungsi dan belum terlihat adanya perbaikan di lokasi.

Selain menjadi akses utama menuju Kabupaten Tanah Bumbu dan Kalimantan Timur, Jembatan Awang Bangkal juga merupakan jalur menuju kawasan wisata Riam Kanan yang setiap hari dilalui kendaraan masyarakat maupun wisatawan.

Minimnya penerangan di kawasan tersebut disebut tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga membuat sebagian pengendara salah mengambil jalur karena keterbatasan jarak pandang pada malam hari.

Sebagai informasi, kawasan Jembatan Awang Bangkal merupakan salah satu titik yang dilalui Jalan Bebas Hambatan Banjarbaru–Batulicin yang diresmikan oleh mantan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, pada Agustus 2024 saat ia masih manjabat. Infrastruktur sepanjang sekitar 104 kilometer itu dibangun untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Selatan serta memangkas waktu tempuh menuju Tanah Bumbu dan daerah sekitarnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas penerangan tersebut agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terjamin.

“Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” tegas warga. (bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *