Ruas jalan padat kendaraan, namun proyek dinilai abai aspek keselamatan
Proyek tambal sulam di Jalan Ir. P. M. Noor, Karang Intan, diduga menjadi penyebab sejumlah pengendara terjatuh, menyusul kondisi jalan tak rata dan material berserakan tanpa rambu peringatan, Rabu (1/4/2026).
KARANG INTAN, borneoinfonews.com – Sejumlah pengendara dilaporkan terjatuh di Jalan Ir. P. M. Noor, wilayah Kusambi, Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Rabu (1/4/2026). Insiden tersebut diduga dipicu kondisi proyek tambal sulam jalan yang belum rampung dan dinilai mengabaikan aspek keselamatan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat tambalan jalan dengan permukaan tidak rata serta material batu split yang masih berserakan di badan jalan. Perbedaan ketinggian antara bagian tambalan dan jalan utama juga tampak cukup mencolok, sehingga berpotensi mengganggu keseimbangan pengendara.
Ironisnya, di lokasi tidak ditemukan rambu peringatan resmi yang menandakan adanya pekerjaan jalan. Kondisi ini membuat pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, berisiko mengalami kecelakaan, terlebih saat malam hari atau ketika melaju dengan kecepatan tertentu.
Warga setempat bahkan terpaksa mengambil inisiatif dengan meletakkan tanaman di tengah jalan sebagai penanda darurat agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas.
“Dikasih tanda supaya orang tahu, karena kalau tidak kelihatan bisa bahaya, apalagi malam,” ujar salah satu warga.
Tak hanya di satu titik, kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Simpang Tiga Mandiangin yang masih berada di ruas jalan yang sama. Material batu yang berhamburan disebut menjadi penyebab pengendara kehilangan kendali.

Seorang saksi mata menyebutkan, setidaknya sudah dua kali pengendara terjatuh di lokasi tersebut.
“Sudah dua kali ada yang jatuh di sini. Karena batu berserakan, jadi pengendara hilang keseimbangan,” ungkapnya.
Akibat kejadian itu, korban dilaporkan mengalami luka serta kerusakan pada kendaraan. Kedua korban diketahui berjenis kelamin perempuan, salah satunya merupakan seorang pelajar. Saksi mata yang enggan disebutkan namanya berharap adanya penanganan segera karena kondisi jalan dinilai membahayakan.
Arus lalu lintas di ruas Jalan Ir. P. M. Noor terpantau cukup padat, termasuk dilalui kendaraan besar seperti bus dan truk. Mengingat statusnya sebagai jalan provinsi, kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam hal keselamatan pengguna jalan.
Di sisi lain, ruas jalan tersebut diketahui baru dilakukan pengaspalan sekitar akhir Desember lalu. Namun dalam waktu relatif singkat, kondisi jalan kembali mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Warga menduga, selain faktor tingginya volume kendaraan, aktivitas angkutan material seperti batu gunung turut mempengaruhi kondisi jalan. Dugaan adanya kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) juga berkembang di tengah masyarakat, meski masih perlu verifikasi lebih lanjut.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan penanganan lanjutan, termasuk merapikan tambalan jalan serta memasang rambu peringatan yang memadai selama proses pengerjaan berlangsung, guna menghindari bertambahnya korban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait. (bin/rasyad)
