Banjarbaru, borneoinfonews.com – Polda Kalimantan Selatan sukses menggelar Banua Bhayangkara Run dan Pinkers Run 2025 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-73. Kegiatan ini tidak hanya menyedot ribuan peserta dari dalam dan luar negeri, tetapi juga mencatatkan rekor nasional dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Cetak Rekor MURI: Bhayangkari Lari Serempak Terbanyak

Salah satu momen paling membanggakan dalam kegiatan ini adalah keberhasilan Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan mencetak rekor MURI sebagai penyelenggara lomba lari Bhayangkari dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia.
Sebanyak 1.000 Bhayangkari berpartisipasi dalam Pinkers Run 5K. Penghargaan ini diberikan langsung oleh pendiri MURI, Jaya Suprana, secara daring, dan diterima oleh Nyonya Yeni Rosyanto Yudha selaku Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk kami pengurus, tetapi milik seluruh Bhayangkari yang ikut serta dan berkontribusi. Semoga ini menjadi motivasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkarya dan mencetak prestasi,” ujar Yeni Rosyanto.
Kapolda Kalsel: Ini Wujud Pengabdian Polri

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari semangat tema peringatan Hari Bhayangkara tahun ini, yaitu “Polri untuk Masyarakat”.
“Melalui Banua Bhayangkara Run, kami tidak hanya mengadakan lomba lari, tetapi juga menyelenggarakan Police Expo, pelayanan SIM keliling, bakti kesehatan, hingga stan UMKM yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakat,” ujar Kapolda.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun depan, kegiatan ini direncanakan akan berkembang dengan menambah kategori lomba menjadi 21 kilometer (half marathon).
4300 Peserta, 11 Negara, dan Atlet Difabel Turut Ambil Bagian

Ketua pelaksana kegiatan, Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, S.I.K., menyampaikan bahwa total peserta mencapai 4.300 orang. Tidak hanya dari Kalimantan, peserta juga datang dari luar daerah seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Bahkan tercatat perwakilan dari 11 negara turut berpartisipasi.

Tak kalah membanggakan, sebanyak 42 atlet paralimpik dari kalangan difabel juga ikut ambil bagian. Menurut Kombes Gafur, kehadiran mereka menunjukkan bahwa kegiatan ini terbuka untuk semua lapisan masyarakat.
“Yang paling kami syukuri adalah tidak adanya laporan cedera serius atau gangguan kesehatan. Semua berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Sinergi dan Inklusi Jadi Sorotan
Selain ajang olahraga, Banua Bhayangkara Run 2025 juga menjadi ruang interaksi antara Polri dan masyarakat melalui berbagai stan pameran, pelayanan langsung, dan kegiatan edukatif. Kehadiran gubernur, Ketua DPRD, Forkopimda, serta tokoh masyarakat turut memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan acara ini.
Dengan pencapaian ini, Bhayangkara Run di Kalimantan Selatan tidak hanya meninggalkan kesan sebagai acara seremonial tahunan, melainkan sebagai bentuk nyata sinergi dan pelayanan Polri yang menyentuh langsung masyarakat. (bin/rasyad)
Redaksi: Borneoinfonews.com

