Dua Minggu Beruntun, Masing-Masing 5 Kecelakaan Terjadi di Jalur Banjarbaru–Batulicin, Begini Kronologinya

BANJAR, Borneoinfonews.com — Jalur alternatif Banjarbaru–Batulicin kembali menjadi sorotan publik setelah dua minggu berturut-turut, tepatnya setiap hari Minggu, terjadi lima kecelakaan lalu lintas yang mencatatkan angka yang sama di titik-titik berbeda pada jalur yang sama. Insiden-insiden tersebut semakin menegaskan bahwa jalur ini memang menjadi salah satu jalur rawan kecelakaan, terutama di akhir pekan dan saat cuaca buruk.

Pengingat: Kecelakaan Serupa Terjadi Minggu Lalu

Minggu (3/8/2025) sore, jalur yang sama juga mencatat lima kecelakaan dalam satu hari. Salah satunya adalah Daihatsu Xenia bernomor polisi DA 1353 ZAK yang terperosok ke jurang di kawasan turunan menikung sebelum Desa Bunglai, Kecamatan Aranio.

Pengemudi, Hendrawan (26), berusaha menghindari mobil dari arah berlawanan yang melebar hingga membuatnya kehilangan kendali dan terperosok ke jurang.

Meskipun evakuasi memakan waktu hingga tengah malam, seluruh penumpang selamat tanpa luka serius.

Insiden minggu lalu juga menjadi perhatian aparat kepolisian dan tim evakuasi setempat yang mengimbau pengendara agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.

Hujan Deras Memicu Lima Kecelakaan Sekaligus Minggu Ini

Minggu (10/8/2025) siang, hujan deras yang mengguyur kawasan jalur Gubernur Sahbirin Noor atau yang dikenal sebagai jalur alternatif Banjarbaru–Batulicin, memicu serangkaian kecelakaan lalu lintas yang terjadi hampir bersamaan di lokasi berbeda. Dalam waktu yang relatif bersamaan sekitar pukul 13.00-15:00 WITA, lima kecelakaan dilaporkan, terdiri dari empat kecelakaan tunggal dan satu tabrakan antara mobil dan sepeda motor.

Mayoritas kendaraan yang terlibat berasal dari arah Batulicin menuju Banjarbaru. Meski tidak ada korban jiwa, insiden-insiden ini mempertegas bahwa jalur ini tetap sangat rawan, terutama ketika kondisi cuaca tidak bersahabat.

Kronologi dan Kesaksian

  1. Daihatsu Sigra Terjungkal di Bukit Sianjal, Awang Bangkal Timur

Laporan pertama diterima dari saksi mata bernama Miko, yang menyatakan, “Mobil tiba-tiba oleng dan terjungkal ke sisi jalan yang cukup dalam. Kami segera melaporkan kejadian ini ke tim Emergency agar bisa segera dievakuasi.” Daihatsu Sigra dengan nomor polisi DA 1690 AP mengalami kecelakaan tunggal dan posisi mobil harus dievakuasi dari sisi jalan yang cukup tinggi dan menurun.

Kondisi jalan menanjak di Bukit Sianjal, lokasi kejadian Daihatsu Sigra terjungkal.
  1. Toyota Avanza Masuk Parit di Bunglai

Toyota Avanza DA 1587 GD yang dikemudikan Suriadi (53), warga Kotabaru, bersama istri dan anaknya mengalami slip saat melintasi tikungan menanjak di daerah Bunglai, Aranio. Dalam kondisi hujan deras dan jarak pandang terbatas, Suriadi mengaku gugup saat ban mobilnya amblas dan slip hingga akhirnya membanting setir ke kiri dan masuk ke parit yang cukup dalam.

“Saya sudah berusaha mengemudi dengan hati-hati, tapi kondisi hujan deras membuat mobil saya hilang kendali. Syukurnya kami semua selamat,” ungkap Suriadi.

Tikungan menanjak di daerah Bunglai tempat Toyota Avanza tergelincir ke parit.
  1. Toyota Harrier Pecah Ban

Beberapa pengendara yang melintas menceritakan bahwa sebuah Toyota Harrier tiba-tiba kehilangan kendali setelah pecah ban. “Mobil tersebut tergelincir dan sempat membuat pengendara lain kaget, tapi tidak ada korban luka,” ujar para saksi.

Tim BPBD dan DPKP Kabupaten Banjar mendatangi lokasi setelah medapat kabar Toyota Harrier mengalami insiden di daerah sungai pinang.
  1. Toyota Avanza Tergelincir di Sungai Langsat

Sebuah Toyota Avanza lain mengalami kecelakaan tunggal saat tergelincir di jalan licin kawasan Sungai Langsat, Desa Awang Bangkal Timur, Kecamatan Karang Intan. Pengemudi berhasil selamat tanpa mengalami luka.

Jalan licin di kawasan Sungai Langsat, lokasi Avanza tergelincir.
  1. Tabrakan Adu Banteng antara Toyota Avanza dan Honda Beat di Bukit Sianjal

Insiden paling dramatis terjadi di turunan tikungan Bukit Sianjal, ketika Honda Beat yang dikendarai AK (18), mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Banjarbaru, bertabrakan dengan Toyota Avanza yang dikemudikan AF (35), warga Tanah Bumbu/Batulicin.

AK yang sedang berusaha menyalip mobil di depannya, tidak sempat mengerem karena jalan licin dan kondisi tikungan yang menantang. Ia memilih mengambil jalur lawan untuk mengamankan diri agar tak cellaka, namun nahas, dari arah berlawanan datang Toyota Avanza yang langsung bertabrakan adu banteng dengan sepeda motor tersebut.

“Saya kaget sekali melihat motor terpental di depan mobil saya. Untungnya pengendara motor langsung bangun, sehingga saya sedikit tenang,” ujar AF.

Sementara itu, AK mengaku, “Saya berusaha menyalip, tapi jalan licin dan tikungan tajam membuat saya tidak bisa mengerem. Saya bersyukur hanya mengalami luka ringan.” Jelas AK

Penanganan Evakuasi dan Kesepakatan Damai

Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar berkoordinasi dengan EBR dengan sigap turun ke lokasi untuk mengevakuasi kendaraan-kendaraan yang terlibat kecelakaan. Sebanyak tiga kendaraan berhasil dievakuasi menggunakan mobil 4×4 untuk menarik dari titik-titik berbeda sepanjang jalur tersebut.

Meski kecelakaan terjadi di tengah hujan deras, evakuasi tetap dilakukan hingga hujan reda.

Kedua pengendara yang terlibat tabrakan, AF dan AK, sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan tanpa melanjutkan proses hukum.

Himbauan Keselamatan

Para pengguna jalan diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi jalur alternatif Banjarbaru–Batulicin, terutama ketika cuaca hujan atau kondisi jalan licin. Mengurangi kecepatan, menghindari manuver berisiko, dan selalu mengutamakan keselamatan merupakan langkah penting untuk mencegah kecelakaan.

Insiden beruntun selama dua minggu ini menjadi peringatan serius bagi pengendara dan pihak terkait agar segera mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan di jalur rawan ini. Kesadaran kolektif dan peningkatan pengamanan diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan dan menyelamatkan nyawa pengguna jalan.(bin/rasyad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *