Nezar Patria: Cek Dulu Sebelum Sebar! Pemerintah Tegaskan Tak Ada Pembatasan Medsos

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan sambutan dalam Kongres PWI di Cikarang, Sabtu (30/8/2025), mengingatkan masyarakat bijak bermedia sosial.

Bekasi, borneoinfonews.com – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial, terutama terkait informasi aksi unjuk rasa yang belakangan ini ramai terjadi.

Nezar menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum dibagikan agar ruang digital tetap bersih dari hoaks dan misinformasi.

“Masyarakat perlu berpikir kritis terhadap informasi yang beredar. Hindari penyebaran hoaks dan misinformasi. Lakukan cek dan recheck sebelum membagikan informasi,” ujar Nezar saat menghadiri Kongres PWI di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu (30/8/2025).

Tak hanya soal informasi digital, Nezar juga mengingatkan para peserta aksi agar mematuhi aturan yang berlaku dan tidak merusak fasilitas umum.

“Unjuk rasa hendaknya dilakukan secara bijak, tetap menjunjung tinggi kepentingan bangsa di atas segalanya,” katanya.

Nezar menegaskan, baik ruang digital maupun ruang publik harus tetap kondusif agar aspirasi masyarakat tersampaikan tanpa menimbulkan kerugian bagi pihak lain.

Pemerintah Tegaskan Tak Ada Pembatasan Medsos

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, memastikan pemerintah tidak pernah menginstruksikan pembatasan akses media sosial selama aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak 28 Agustus.

“Tidak ada arahan dari Kemkomdigi maupun pemerintah untuk menurunkan atau membatasi akses terhadap platform media sosial,” kata Alexander, dikutip dari Antara, Jumat (29/8/2025).

Ia mengimbau agar publik tidak terjebak informasi palsu dan selalu menjaga kondusivitas baik di dunia nyata maupun dunia maya. Pemerintah juga sudah berkomunikasi dengan pengelola platform untuk mengawasi konten provokatif dan hoaks.

“Pemanggilan platform media sosial akan dilakukan apabila diperlukan pendalaman terkait situasi ruang digital kita,” tegasnya.

(bin/ip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *