Rangkul Mahasiswa Jaga Stabilitas Daerah, Kapolda Kalsel: Silakan Bersuara Lantang, Kami Dukung

Kapolda Kalsel ajak mahasiswa jaga stabilitas daerah saat buka puasa bersama OKP Cipayung Plus

Momentum Ramadan, Kapolda Kalsel dorong dialog sehat dan aksi tertib demi masa depan Kalimantan Selatan

Banjarmasin, borneoinfonews.com – Suara mahasiswa dinilai sebagai energi perubahan yang tak terpisahkan dari perjalanan bangsa. Namun suara tersebut harus disampaikan secara tegas, santun, dan berbasis data agar memberi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Pesan itu ditegaskan Kapolda Kalimantan Selatan dalam momentum buka puasa bersama OKP Cipayung Plus Provinsi Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., mengajak mahasiswa untuk terus menjaga stabilitas daerah melalui ruang-ruang dialog yang sehat dan konstruktif.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri buka puasa bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus Provinsi Kalimantan Selatan di Kalimantan Ballroom, Hotel Rattan Inn, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini diinisiasi Direktorat Intelkam Polda Kalsel dan dipimpin Dir Intelkam Kombes Pol Priyanto Priyo Hutomo.

Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang beberapa kali menggelar unjuk rasa di Kalimantan Selatan secara damai dan tertib.

“Kami mengucapkan terima kasih sudah beberapa kali melakukan unjuk rasa di Kalimantan Selatan, berjalan dengan damai dan tertib. Silakan bersuara keras, bersuara lantang. Kita juga dukung, kita support,” ujarnya.

Ia menilai mahasiswa merupakan masa depan bangsa yang kelak akan memimpin daerah maupun negara.

“Karena adik-adik ini kita menilainya ini masa depan bangsa itu ada di pundak kalian. Kewajiban saya sebagai generasi saat ini, kebetulan saya sebagai Kapolda, ini tanggung jawab kita menjaga situasi sekarang ini untuk nanti ketika adik-adik menjadi pemimpin-pemimpin di Kalimantan Selatan, di negara ini tetap seperti sekarang bahkan lebih sejahtera. Jangan kita hancurkan. Itu kewajiban kami,” tegasnya.

Kapolda juga menekankan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Namun, hak tersebut harus dijalankan secara seimbang dengan kewajiban untuk menaati aturan dan menjaga ketertiban.

“Beraspirasi boleh, bahkan harus. Namun lakukan dengan tegas dan tertib, keras tetapi santun. Tujuannya perbaikan, bukan kekacauan,” pesannya.

Menurutnya, Polri memandang mahasiswa sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Koordinasi dan komunikasi yang baik dinilai penting untuk meminimalisir potensi gesekan di lapangan.

“Koordinasi yang baik sangat penting untuk meminimalisir potensi gesekan. Komunikasi adalah kunci agar dinamika di lapangan tetap kondusif,” imbuh Kapolda.

Momentum Ramadan ini pun diharapkan semakin mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan mahasiswa demi menjaga stabilitas dan kemajuan Kalimantan Selatan.(bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *