Strategi transformasi ekonomi difokuskan pada investasi dan penguatan nilai tambah sumber daya alam
BANJARMASIN, borneoinfonews.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, memaparkan strategi transformasi ekonomi daerah yang berfokus pada penguatan investasi dan hilirisasi sumber daya alam, khususnya batubara.
Paparan tersebut disampaikan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Transformasi Ekonomi Menuju 8,1 persen yang digelar di kediaman pribadi Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Rabu (29/4/2026) malam.
Fadjar menjelaskan, gagasan tersebut merupakan hasil diskusi panjang lintas instansi vertikal, melibatkan Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pusat Statistik, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Ini bukan ide yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil diskusi panjang berbagai pihak. Kami menyaring berbagai gagasan hingga mengerucut pada langkah yang paling memungkinkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, salah satu kunci utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8,1 persen adalah melalui peningkatan investasi yang terarah. Berdasarkan struktur ekonomi daerah, sektor batubara masih mendominasi dengan kontribusi hampir 30 persen terhadap perekonomian serta sekitar 95 persen terhadap ekspor.
Dengan kondisi tersebut, strategi yang dinilai paling potensial adalah mendorong hilirisasi batubara guna meningkatkan nilai tambah. Universitas Lambung Mangkurat bersama Bank Indonesia telah melakukan berbagai kajian terkait pengembangan industri turunan batubara sebagai upaya memperkuat struktur ekonomi daerah.
“Kita memanfaatkan keunggulan yang sudah ada. Batubara menjadi sektor dominan, sehingga hilirisasi menjadi langkah strategis agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fadjar menekankan bahwa konsep yang dipaparkan bukanlah kebijakan baru, melainkan penajaman dari dokumen perencanaan yang telah ada, seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Dalam dokumen tersebut telah tercantum arah transformasi ekonomi, penguatan investasi, riset, inovasi, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja untuk mendukung hilirisasi sumber daya alam.
Namun demikian, ia menilai masih diperlukan fokus yang lebih tajam dalam menentukan sektor atau program prioritas yang benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target yang diharapkan.
“Kerangka besar dan roadmap sudah tersedia. Tantangannya adalah menentukan langkah mana yang paling berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga target 8,1 persen dapat dicapai secara optimal,” ungkapnya.
Kegiatan HLM ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, serta instansi vertikal dan seluruh SKPD di lingkungan pemerintah provinsi.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan transformasi ekonomi daerah berbasis potensi unggulan. (bin)
