Pertamina Patra Niaga Kalimantan pastikan tidak ada kelangkaan, antrean SPBU dipicu pergeseran konsumsi dan peningkatan pengguna baru Bio Solar
BANJARBARU, borneoinfonews.com – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di Kalimantan Selatan dipastikan tidak terjadi. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan seluruh stok BBM dalam kondisi aman dan penyaluran tetap berjalan normal, bahkan secara aktual mengalami peningkatan sesuai kebutuhan di lapangan.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan BBM subsidi di wilayah Kalimantan.
“Tidak ada kelangkaan, semua dalam kondisi aman mengenai stok BBM, bahkan secara aktual bila ada peningkatan penyaluran,” ujar Edi Mangun saat dikonfirmasi borneoinfonews.com.
Meski demikian, dalam satu hingga dua bulan terakhir terjadi peningkatan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi tersebut tidak berkaitan dengan kekurangan stok, melainkan dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat.
Menurut Edi, antrean terjadi karena adanya peningkatan jumlah kendaraan yang mengisi BBM di SPBU, termasuk konsumen baru yang sebelumnya menggunakan BBM non-subsidi.
“Antrean ini disebabkan kendaraan yang sebagian ialah konsumen baru, yang kemungkinan besar telah bermigrasi dari Dexlite atau Pertamina Dex ke Bio Solar subsidi, karena adanya penyesuaian harga yang meningkat,” jelasnya.
Perubahan perilaku konsumsi tersebut membuat permintaan Bio Solar meningkat di beberapa titik SPBU, terutama pada jalur dengan aktivitas transportasi dan logistik yang tinggi.
Selain itu, sektor transportasi, pertambangan, perkebunan, hingga perikanan di Kalimantan Selatan juga masih menjadi faktor utama tingginya konsumsi solar di lapangan.
Dengan kondisi tersebut, Pertamina memastikan distribusi BBM tetap berjalan sesuai kuota dan terus melakukan penyesuaian penyaluran agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (bin/rasyad)
