Poster Seruan Aksi Evaluasi PLN Beredar di Media Sosial

Poster seruan aksi terkait gangguan pasokan listrik di Kalimantan Selatan yang beredar di media sosial.

Poster mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi terkait gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

BANJARBARU, borneoinfonews.com – Sebuah poster berisi seruan aksi penyampaian aspirasi terkait gangguan pasokan listrik di Kalimantan Selatan beredar luas di berbagai platform media sosial dan aplikasi perpesanan.

Berdasarkan isi poster yang beredar, kegiatan penyampaian aspirasi tersebut direncanakan berlangsung pada Kamis (2/7/2026) mulai pukul 12.00 Wita. Poster mencantumkan Lapangan Murjani Banjarbaru sebagai titik kumpul sebelum peserta bergerak menuju Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).

Dalam poster tersebut, penggagas aksi menyoroti gangguan pasokan listrik yang beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Poster itu juga memuat pandangan bahwa masyarakat berhak memperoleh layanan kelistrikan yang andal, mengingat Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia.

Selain itu, poster turut mencantumkan sejumlah tagar, di antaranya #ParadokKesejahteraanMasyarakat, #GantiGMPLN, dan #MosiTidakPercaya.

Selebaran digital ajakan aksi penyampaian aspirasi terkait gangguan pasokan listrik di Kalimantan Selatan yang beredar di media sosial. (Istimewa)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beredarnya poster tersebut berkaitan dengan konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa yang sebelumnya juga beredar di media sosial. Dalam poster konsolidasi tersebut tercantum logo Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Belakangan ini, gangguan pasokan listrik memang menjadi perhatian masyarakat Kalimantan Selatan. Pemadaman yang terjadi berulang kali di sejumlah kabupaten dan kota berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, dunia pendidikan, hingga dunia usaha.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) melalui pengumuman yang disampaikan kepada pelanggan menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik disebabkan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang mengakibatkan penurunan kapasitas suplai listrik. PLN juga menyatakan telah melakukan manajemen beban secara terbatas sembari mengupayakan percepatan pemulihan sistem kelistrikan.

Hingga berita ini diterbitkan, borneoinfonews.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak yang disebut sebagai penggagas aksi guna memastikan kepastian pelaksanaan kegiatan tersebut. Redaksi juga telah menghubungi PT PLN (Persero) UID Kalselteng untuk meminta tanggapan terkait beredarnya poster tersebut serta perkembangan penanganan gangguan pasokan listrik di Kalimantan Selatan. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, pihak PLN belum memberikan respons.

Borneoinfonews.com akan memperbarui informasi ini setelah memperoleh keterangan resmi dari seluruh pihak terkait. (bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *