Balangan Peringkat Kedua Implementasi DMS BKN

BKPSDM Kabupaten Balangan memperkuat digitalisasi arsip ASN melalui implementasi Document Management System BKN.

Kabupaten Balangan meraih skor arsip digital ASN 86,9 dan menempati peringkat kedua implementasi Document Management System BKN di wilayah kerja Kantor Regional VIII.

BALANGAN, borneoinfonews.com – Kabupaten Balangan kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola kepegawaian. Berdasarkan data per 10 Juli 2026, Balangan menempati peringkat kedua implementasi Document Management System (DMS) Badan Kepegawaian Negara (BKN) di wilayah kerja Kantor Regional VIII BKN dengan skor arsip digital ASN sebesar 86,9.

Capaian tersebut hanya terpaut 1,1 poin dari Kabupaten Tabalong yang berada di posisi pertama dengan skor 88. Kedua daerah kini sama-sama mendekati predikat “Sangat Lengkap”, kategori tertinggi dalam penilaian kelengkapan arsip digital aparatur sipil negara (ASN).

PIC DMS Kabupaten Balangan, Arswendi Arrisdhira, mengatakan keberhasilan itu lahir dari kolaborasi Tim DMS Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Balangan bersama seluruh pengelola kepegawaian di perangkat daerah.

Menurutnya, tim melakukan berbagai langkah untuk melengkapi arsip digital ASN. Tim menelusuri dokumen melalui Sistem Informasi Layanan Kepegawaian (SILKa), memetakan dokumen pada Sistem Informasi ASN (SIASN) BKN, serta mencari kembali arsip fisik seperti Pertimbangan Teknis (Pertek/D2NIP).

Selain itu, BKPSDM Balangan rutin berkoordinasi dengan pengelola kepegawaian melalui grup WhatsApp. Tim juga menyampaikan perkembangan nilai DMS setiap perangkat daerah sebagai bahan evaluasi.

Di sisi lain, BKPSDM mendorong ASN mengunggah dokumen secara mandiri melalui aplikasi MyASN.

“Kami juga membuka layanan pendampingan bagi ASN yang mengalami kesulitan. Cukup membawa dokumen ke BKPSDM, selanjutnya tim membantu proses pemindaian hingga pengunggahan ke sistem,” ujar Arswendi, Selasa (14/7/2026).

Hingga kini, sebanyak 22 dari 37 kelompok DMS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Balangan telah meraih kategori “Sangat Lengkap” dengan skor di atas 90. Penilaian tersebut mencakup 33 perangkat daerah, sedangkan kelompok Puskesmas, TK, SD, dan SMP dinilai secara terpisah.

Kepala BKPSDM Kabupaten Balangan, Sufriannor, mengimbau seluruh ASN yang nilai DMS-nya belum maksimal agar segera melengkapi dokumen kepegawaiannya.

Ia menegaskan digitalisasi arsip kepegawaian menjadi bagian penting dalam mendukung program Satu Data ASN yang dikembangkan BKN.

“Masih ada kesempatan bagi ASN untuk melengkapi dokumen dalam mendukung terwujudnya program Satu Data ASN. Ke depan, DMS akan menjadi fondasi berbagai layanan kepegawaian yang lebih efektif dan efisien,” katanya.

Pada tingkat perangkat daerah, Kecamatan Lampihong mencatat prestasi sebagai unit kerja dengan skor DMS tertinggi di Kabupaten Balangan.

Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Lampihong sekaligus PIC DMS Kecamatan Lampihong, Risnawati, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil komitmen seluruh aparatur dalam menata arsip kepegawaian secara digital.

“Implementasi DMS membangun budaya kerja yang lebih tertib, akuntabel, dan memperkuat koordinasi antarpegawai. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi perangkat daerah lain untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Sementara itu, PIC DMS Kantor Regional VIII BKN untuk Kabupaten Balangan, Dian Susanti, berharap Balangan dan Kabupaten Tabalong menjadi instansi pertama di wilayah kerja Kantor Regional VIII BKN yang berhasil meraih kategori “Sangat Lengkap”.

“Harapan kami Balangan dan Tabalong bisa mencapainya. Semoga,” tuturnya.

Prestasi tersebut memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Balangan dalam mempercepat transformasi digital di bidang kepegawaian. Langkah itu juga mendukung pelayanan administrasi ASN yang semakin modern, akurat, dan terintegrasi.(bin/ip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *