FDM menggelar aksi simbolik dan mengundang PLN berdialog terkait pemadaman listrik berulang di Kalimantan Selatan.
BANJARBARU, borneoinfonews.com – Dua anggota Forum Demokrasi Milenial (FDM) Kota Banjarmasin mendatangi Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), Banjarbaru, Senin (27/7/2026). Mereka menggelar aksi simbolik sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Koordinator Daerah FDM Kota Banjarmasin, Helmi Yahya, bersama Fahmi, datang membawa tulisan “Mau Numpang Charger di PLN” serta surat undangan dialog terbuka yang ditujukan kepada manajemen PLN. Mereka ingin menyampaikan aspirasi masyarakat secara damai sekaligus meminta penjelasan mengenai gangguan listrik yang berulang.
Sebelum memasuki area kantor, Helmi menegaskan aksi tersebut tidak bertujuan mencari sensasi ataupun membuat keributan. Menurutnya, FDM hanya ingin menyuarakan keresahan masyarakat.
“Kami ke sini terkait pemadaman hari ini di Kalimantan Selatan. Kalau-kalau saja di dalam ternyata listriknya menyala, makanya kami bertuliskan ‘mau numpang charger di PLN’,” ujar Helmi.

Helmi mengungkapkan FDM telah mengirim surat permohonan audiensi kepada PLN UID Kalselteng sekitar dua pekan sebelumnya. Namun, hingga aksi berlangsung, pihaknya belum menerima tanggapan.
“Kami sudah mengirimkan surat dari Forum Demokrasi Milenial. Itu murni surat audiensi tanpa media. Sampai sekarang tidak ada notifikasi maupun komunikasi sama sekali,” katanya.
Setelah menyampaikan pernyataan di depan gerbang, Helmi dan Fahmi memasuki Kantor PLN UID Kalselteng. Keduanya kembali menyerahkan surat undangan dialog terbuka kepada jajaran manajemen PLN sekaligus melakukan aksi simbolik dengan mengisi daya telepon genggam.
Usai pertemuan, Helmi mengaku bersyukur karena pihak PLN akhirnya menerima surat tersebut. Ia berharap dialog terbuka dapat menjadi ruang komunikasi antara PLN dan masyarakat.
“Kami membuka dialog terbuka dan mengundang masyarakat yang merasakan keresahan itu untuk hadir. Rencananya pada Rabu, 29 Juli 2026, di Banjarmasin. Tempat dan waktunya akan kami informasikan kemudian,” ujarnya.

Helmi juga mengaku terkejut karena pihak PLN langsung memberikan respons setelah aksi tersebut mendapat perhatian media.
“Yang membuat kami kaget, setelah ada beberapa media datang, ternyata pihak PLN langsung menghubungi kami. Padahal dua minggu lalu saya susah payah mencari nomor kontak PLN,” katanya.
Sementara itu, Senior Manager Perencanaan PLN UID Kalselteng, Roxy Swagerino, mengatakan pihaknya telah menerima surat permohonan dialog dari Forum Demokrasi Milenial.
“Kami sudah menerima permohonan dari Forum Demokrasi Milenial yang kami sambut dengan baik. Sesuai tanggal atau agenda yang telah dijadwalkan, nanti akan ada perwakilan dari pihak PLN yang hadir,” kata Roxy.
Di sisi lain, Humas PLN UID Kalselteng, Vigor Eusidero Hindami, menegaskan PLN terbuka terhadap setiap undangan dialog dari masyarakat. PLN juga memastikan akan menghadiri forum sesuai jadwal yang telah disepakati. (bin/rasyad)
