BANDA ACEH, borneoinfonews.com – Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI) menegaskan bahwa layanan internet Starlink yang disalurkan sebagai bantuan bagi wilayah terdampak banjir di Aceh bersifat gratis dan tidak diperjualbelikan. Hal ini disampaikan Pranata Humas Ahli Madya Komdigi RI, Wiaji Cahyaningrum, dalam konferensi pers di Banda Aceh, Kamis (4/12/2025). “Kami menegaskan kembali bahwa akses jaringan internet lewat Starlink di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh adalah gratis, tanpa pungutan biaya, baik untuk posko maupun fasilitas publik,” ujarnya.
Wiaji menjelaskan bahwa Starlink telah mengumumkan secara resmi pemberian layanan gratis selama satu bulan penuh untuk kawasan terdampak. Karena itu, ia meminta dukungan media untuk meluruskan jika muncul informasi hoaks mengenai praktik jual beli perangkat atau layanan Starlink di lapangan. “Jika ada berita hoaks yang menyebutkan perangkat itu dijualbelikan setelah diberikan, tolong dibantu diluruskan,” tegasnya. Kemkomdigi juga menyediakan Pusat Informasi dan Media Center sebagai fasilitas bagi wartawan, lengkap dengan laptop, akses jaringan, serta data real-time mengenai kondisi Base Transceiver Station (BTS).
Penyediaan fasilitas tersebut dimaksudkan untuk memastikan informasi yang disampaikan ke publik tetap akurat dan tidak menimbulkan kekeliruan di tengah situasi darurat. Wiaji juga mengimbau media untuk mengikuti perkembangan resmi melalui tautan s.id/TanggapBencanaSumatra yang menyediakan pembaruan data mengenai penanganan bencana di Aceh dan Sumatra. Ia turut memaparkan bahwa dari total 3.414 BTS di Aceh, sekitar 51 persen masih dalam kondisi tidak berfungsi hingga Rabu (3/12/2025), dan proses pemulihannya terus dilakukan bertahap sesuai situasi lapangan.
Sementara itu, Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominsa Aceh, Alfajrian, menekankan bahwa pemulihan telekomunikasi sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik. Ia menyebut banyak BTS tidak bisa beroperasi karena aliran listrik terputus akibat kerusakan infrastruktur. “Kalau PLN hidup, sebagian besar telekomunikasi otomatis menyala. Ini berjalan seiring dengan upaya pemulihan jalur darat,” jelasnya.
Alfajrian berharap uji coba pemberian listrik pada sejumlah jaringan transmisi di Lhokseumawe dapat menjadi titik awal pemulihan yang lebih luas, khususnya di kawasan Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie. Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi demi mendukung respons bencana yang lebih efektif di wilayah terdampak.(bin/ip)
