Bakti kebersihan jadi pintu masuk penguatan koordinasi dan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah perkotaan.
Banjarmasin, borneoinfonews.com – Di balik pelaksanaan bakti kebersihan massal, Polda Kalimantan Selatan turut menyoroti persoalan pengelolaan sampah dan tempat pembuangan akhir (TPA) di kawasan perkotaan. Isu tersebut dinilai memerlukan penanganan terpadu melalui kerja sama lintas instansi.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan, momentum bakti kebersihan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan lapangan, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperkuat koordinasi dalam merumuskan solusi jangka menengah dan panjang.
Menurutnya, persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Karena itu diperlukan sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.
“Permasalahan sampah menjadi perhatian kita bersama. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, kita harapkan ada langkah penyelesaian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Polda Kalsel, lanjutnya, siap memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi serta pihak terkait agar penanganan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan sekedar di permukaan, tetapi menyentuh sistem pengelolaan secara menyeluruh. Melalui pendekatan aksi dan kolaborasi, instruksi Presiden RI tentang gerakan kebersihan diharapkan benar-benar diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan. (bin/rasyad)
