TPG Guru Cair Bulanan, 1,67 Juta Pendidik Telah Direkomendasikan Terima Tunjangan

Guru menerima tunjangan profesi secara bulanan

Pemerintah ubah skema penyaluran jadi bulanan, dorong kesejahteraan guru dan kualitas pembelajaran

JAKARTA, borneoinfonews.com – Pemerintah mempercepat reformasi layanan pendidikan melalui penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) Aparatur Sipil Negara Daerah (ASND) secara bulanan. Hingga April 2026, sebanyak 1,67 juta guru bersertifikat pendidik telah direkomendasikan menerima pembayaran.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa proses penyaluran masih berlangsung dan jumlah penerima akan terus bertambah seiring meningkatnya guru yang memenuhi syarat.

“Penyaluran TPG ASND terus berjalan. Saat ini telah direkomendasikan pembayaran hingga April 2026 bagi 1,67 juta guru bersertifikat,” ujarnya saat dihubungi InfoPublik, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, penambahan penerima akan terjadi seiring bertambahnya guru yang lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta memenuhi beban kerja sesuai ketentuan. Perubahan skema penyaluran dari triwulanan menjadi bulanan dinilai sebagai langkah strategis untuk memberikan kepastian hak sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru.

“Mulai 2026, tunjangan disalurkan setiap bulan. Ini bukan sekadar angka dalam anggaran, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi guru dalam mendidik generasi bangsa,” tegasnya.

Kebijakan ini dinilai berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran. Dengan kepastian finansial, guru dapat lebih fokus menjalankan proses belajar-mengajar tanpa terbebani ketidakpastian pendapatan.

Pada triwulan pertama 2026, pemerintah telah menyalurkan tiga jenis tunjangan utama, yakni TPG untuk sekitar 1,6 juta guru dengan total Rp18 triliun, Dana Tambahan Penghasilan (DTP) bagi sekitar 20 ribu guru sebesar Rp14,8 miliar, serta Tunjangan Khusus Guru (TKG) untuk sekitar 62 ribu guru sebesar Rp641,6 miliar.

Distribusi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjangkau seluruh kategori guru, termasuk yang bertugas di wilayah khusus seperti daerah perbatasan, terpencil, dan terluar.

Dampak kebijakan ini mulai dirasakan di tingkat sekolah. Eros Rosidah menilai penyaluran bulanan memberikan kepastian ekonomi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebutuhan murid.

“TPG membantu kami tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga memungkinkan membantu kebutuhan murid, sehingga menjadi motivasi untuk mengajar lebih optimal,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Syamsuddin yang menilai skema baru membuat pengelolaan keuangan lebih stabil sekaligus mendukung pengembangan kompetensi.

“Sekarang lebih lancar karena diterima setiap bulan. Sangat membantu untuk kebutuhan keluarga maupun peningkatan kualitas mengajar,” katanya.

Sementara itu, Siti Nurlaela menambahkan bahwa TPG turut memperkuat motivasi guru dalam mendampingi siswa di tengah beragam kondisi sosial ekonomi.

“Dengan tunjangan ini, kami lebih semangat dalam membimbing murid agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih baik,” ungkapnya.

Melalui percepatan penyaluran tunjangan ini, pemerintah menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, dengan guru sebagai pilar utama yang sejahtera, profesional, dan berdaya saing. (bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *