Pemerintah meluncurkan delapan kebijakan stimulus untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, daya beli, dan stabilitas nasional di tengah tekanan global.
JAKARTA, borneoinfonews.com – Pemerintah Indonesia menghadapi kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Meskipun konflik geopolitik di Timur Tengah mulai mereda, dampaknya masih terasa pada pasar keuangan dan aktivitas ekonomi dunia. Oleh karena itu, pemerintah bergerak cepat dengan menyiapkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan. Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan daya beli masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap berjalan positif di berbagai sektor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah akan meluncurkan stimulus ekonomi pada semester II-2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan pemerintah mengarahkan seluruh kebijakan tersebut untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang. “Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Pemerintah menetapkan delapan kebijakan stimulus yang terbagi dalam tiga pilar utama, yaitu konsumsi dan dunia usaha, ketenagakerjaan, serta bantuan pangan. Pada pilar pertama, pemerintah memberikan insentif pajak penulis berupa PPh Final Royalti sebesar 1,5 persen untuk mendukung industri kreatif. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat melalui diskon transportasi pada periode libur sekolah, termasuk tiket kereta api, kapal Pelni, dan subsidi PPN tiket pesawat kelas ekonomi. Kebijakan ini sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perdagangan di daerah.
Selanjutnya, pemerintah menyiapkan insentif serupa pada periode Natal dan Tahun Baru 2026–2027 agar perputaran ekonomi tetap terjaga. Pada sektor industri, pemerintah menurunkan bea masuk impor LPG untuk petrokimia dan bahan baku plastik menjadi nol persen. Langkah ini menekan biaya produksi sekaligus menjaga stabilitas harga barang konsumsi di pasar. Pemerintah juga memperkuat industri penerbangan melalui penurunan bea masuk suku cadang pesawat.
Pada pilar ketenagakerjaan, pemerintah menjalankan Program Magang Nasional tahap II pada Juli 2026 dengan target 150.000 peserta lulusan perguruan tinggi. Pemerintah juga menggelar pelatihan vokasi untuk 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja terdampak PHK agar kompetensi tenaga kerja meningkat dan peluang kerja semakin terbuka. Sementara itu, pada pilar ketiga, pemerintah menyalurkan bantuan beras 10 kilogram kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan berturut-turut untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah juga memberikan bantuan stabilisasi harga kedelai bagi pengrajin tahu dan tempe di daerah dengan harga tinggi.
Airlangga Hartarto menyebut total stimulus ekonomi mencapai Rp26,34 triliun yang mencakup insentif transportasi, program ketenagakerjaan, dan bantuan pangan. Airlangga kemudian menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan total stimulus pada semester kedua 2026 sebesar sekitar Rp26,34 triliun. “Total stimulus yang kami siapkan di semester kedua ini sekitar Rp26,34 triliun,” pungkasnya.(bin/ip)
