Balangan, borneoinfonews.com – Desa Ajung, Kecamatan Tebing, menjadi Saksi bisu atas dedikasi Inai dalam melestarikan warisan budaya Kalimantan Selatan, yaitu gelang simpai. Gelang simpai terbuat dari anyaman bahan alami seperti Alang’am, Paikat, Rotan, atau Rasem, dan memiliki nilai historis dan filosofis yang dalam bagi suku Dayak Meratus.
Inai mempelajari teknik pembuatan gelang simpai dari ayah dan saudara-saudarinya sejak tahun 2017. Kini, ia tidak hanya memproduksi gelang simpai, tetapi juga aktif dalam komunitas KUMDATUS, Perkumpulan Dayak Meratus, yang bertujuan memperkenalkan budaya ini ke masyarakat yang lebih luas.
Melalui keterlibatannya dalam berbagai festival budaya dan promosi melalui media sosial, Inai berharap gelang simpai bisa dikenal lebih luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia.
Gelang simpai memiliki fungsi praktis pada zaman dahulu, mulai dari mengikat alat perang hingga tali pengencang pada peralatan sehari-hari. Namun seiring perkembangan zaman, fungsi dan bentuknya pun berkembang menjadi simbol persaudaraan dan pelindung bagi masyarakat Dayak.
“Saya memilih untuk melestarikan kerajinan gelang simpai bukan hanya sebagai aksesoris, tetapi juga untuk menjaga identitas budaya Dayak Meratus,” kata Inai. “Gelang simpai memiliki makna yang dalam, dan saya ingin generasi mendatang dapat mengenal dan menghargai warisan ini.”
Inai pentingnya melestarikan teknik pembuatan gelang simpai yang asli, yaitu dengan tangan, tanpa menggunakan bahan tambahan. Hal ini penting agar ciri khas dan nilai gelang tradisional simpai tetap terjaga.
Harga gelang simpai yang diproduksi Inai bervariasi, mulai dari 20 ribu hingga 150 ribu rupiah, tergantung pada tingkat kesulitan, bahan, dan motif yang digunakan.
“Pembuatan gelang simpai bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga tentang kesabaran dan ketelitian,” kata Inai. “Setiap simpul memiliki makna dan kekuatan sendiri. Dengan menggunakan bahan alami, gelang simpai memiliki nilai spiritual dan filosofi yang tak ternilai bagi kami masyarakat Dayak.”
Gelang simpai yang dihasilkan Inai tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga sebuah karya seni yang mampu menghubungkan masyarakat dengan akar budaya mereka. Sebagai penerus budaya, Inai mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan melestarikan kerajinan ini agar tidak punah seiring berjalannya waktu.(MR/BIN)





