Muhidin Ubah Konsep Hari Jadi Kalsel, Dipusatkan di Masjid

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memimpin rapat persiapan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

Tanpa panggung hiburan, Hari Jadi Kalsel tahun ini mengusung konsep sederhana, religius, dan dekat dengan masyarakat.

Panggung hiburan megah yang selama ini identik dengan peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan dipastikan tidak akan hadir tahun ini. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memilih mengubah konsep perayaan Hari Jadi ke-76 menjadi lebih sederhana dengan memusatkan kegiatan di Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan.

BANJARBARU, borneoinfonews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengubah wajah peringatan Hari Jadi ke-76. Tahun ini, seluruh rangkaian utama dipusatkan di Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari tanpa panggung hiburan besar. Sebagai gantinya, pemerintah mengedepankan doa bersama, efisiensi anggaran, serta kebersamaan masyarakat sebagai ruh utama perayaan.

Konsep baru tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, usai memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-76 di Ruang Rapat H. Maksid, Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kamis (2/7/2026).

Selain mengubah konsep, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyesuaikan jadwal pelaksanaan Hari Jadi. Karena 14 Agustus 2026 bertepatan dengan hari Jumat, puncak peringatan direncanakan berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026. Sementara itu, rapat paripurna DPRD diupayakan terlaksana sehari sebelumnya, yakni pada 12 Agustus 2026.

“Karena tanggal 14 jatuh pada hari Jumat, maka kita rencanakan pelaksanaan Hari Jadi dimajukan menjadi tanggal 13 Agustus. Untuk rapat paripurna juga kemungkinan akan dilaksanakan tanggal 12 Agustus, nanti akan kita koordinasikan kembali dengan DPRD,” ujar Muhidin.

Menurut Muhidin, perubahan tersebut bukan sekadar penyesuaian jadwal. Sebaliknya, pemerintah ingin menghadirkan peringatan Hari Jadi Kalsel yang lebih bermakna, sederhana, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Oleh karena itu, seluruh rangkaian utama akan dipusatkan di Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang sekaligus diresmikan pada momentum Hari Jadi. Setelah acara resmi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan salat berjamaah dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur.

“Kalau dulu ada panggung besar, sekarang tidak. Kita pusatkan di masjid, sekalian meresmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Setelah acara Hari Jadi, langsung dilanjutkan dengan salat berjamaah dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur,” katanya.

Lebih lanjut, Muhidin menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar ikut memeriahkan Hari Jadi dengan melibatkan seluruh pegawai di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, semangat kebersamaan diharapkan semakin terasa di tengah masyarakat Banua.

Bus Gratis Layani Masyarakat

Tidak hanya mengubah konsep acara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyiapkan layanan transportasi gratis selama pameran Hari Jadi berlangsung.

Bus tersebut akan melayani masyarakat dari sejumlah titik strategis menuju lokasi kegiatan agar warga lebih mudah mengikuti seluruh rangkaian acara.

Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan tiga unit bus. Namun demikian, jumlah armada akan ditambah apabila antusiasme masyarakat meningkat.

“Selama pameran nanti kita siapkan bus yang beroperasi berkeliling dari beberapa titik menuju lokasi acara. Untuk sementara disiapkan tiga unit dan jumlahnya bisa kita tambah sesuai kebutuhan agar masyarakat lebih mudah datang,” jelasnya.

Logo Baru dan Anggaran Lebih Efisien

Selain membahas rangkaian kegiatan, rapat koordinasi juga menyepakati penyempurnaan identitas visual Hari Jadi ke-76. Pemerintah mengganti warna logo menjadi merah marun agar tampil lebih serasi dan harmonis.

Di sisi lain, Muhidin menegaskan efisiensi anggaran menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyelenggaraan Hari Jadi tahun ini.

Karena itu, pemerintah tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk membangun panggung hiburan berskala besar. Sebaliknya, dana tersebut dialihkan ke kegiatan yang dinilai lebih memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita tidak perlu membuat panggung yang berlebihan. Lebih baik anggaran dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti doa bersama dan kegiatan yang melibatkan masyarakat,” tegasnya.

Tetap Semarak dengan Berbagai Kegiatan

Meski tanpa panggung hiburan besar, Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan tetap menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Pemerintah menyiapkan pameran pembangunan, pertandingan tinju, senam bersama, jalan sehat, sepeda santai, hingga berbagai perlombaan yang melibatkan seluruh SKPD dan masyarakat umum.

Melalui konsep yang lebih sederhana, religius, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap Hari Jadi Kalsel tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Sebaliknya, momentum ini diharapkan mampu memperkuat rasa syukur, mempererat persatuan, meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan warga Banua. (bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *