Sebanyak 25 siswa kelas X dan XI mengikuti pelatihan literasi digital, etika bermedia sosial, keamanan data, branding hingga pembuatan konten selama dua hari.
PENGARON, borneoinfonews.com – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, kemampuan menggunakan teknologi saja ternyata belum cukup. Siswa juga perlu belajar kapan harus berbicara, apa yang layak dibagikan, dan bagaimana sebuah tulisan dapat diterima orang lain.
Pesan itulah yang ditekankan Kepala SMAN 1 Pengaron, Ahmad Haitomi, dalam pembukaan pelatihan literasi digital dan pembuatan konten di sekolahnya, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 25 siswa dari kelas X, XI dan XII. Mereka tidak sekadar datang untuk mendengarkan materi, tetapi dipersiapkan agar pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolah.
Menurut Haitomi, kesempatan belajar langsung dari para praktisi menjadi sesuatu yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. Sebab, waktu pelatihan hanya berlangsung dua hari.
Ada satu pesan yang kemudian menjadi penekanan dalam sambutannya.
“Tuliskan apa yang kalian pikirkan. Tetapi, kembali lagi, pikirkan apa yang kalian tuliskan,” ujarnya.
Kalimat tersebut sederhana. Namun, di dunia media sosial, pesan itu menjadi penting.
Sebab, sesuatu yang menurut seseorang baik untuk ditulis belum tentu diterima dengan cara yang sama oleh orang lain. Sebuah unggahan bisa menjadi informasi bermanfaat, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan ketika dibuat tanpa pertimbangan.
Karena itu, siswa didorong tidak hanya mampu membuat konten, tetapi juga memahami tanggung jawab di balik setiap konten yang mereka publikasikan.
Ahmad juga berharap keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi sesuatu yang produktif. Jika dikelola dengan baik, kemampuan membuat konten bukan hanya menjadi aktivitas di media sosial, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi.
Bagi siswa yang tergabung dalam OSIS, keterampilan itu bahkan bisa langsung diterapkan untuk mendukung publikasi berbagai kegiatan sekolah.
Pelatihan tersebut akhirnya bukan hanya soal bagaimana membuat sebuah unggahan terlihat menarik. Lebih jauh, siswa diajak memahami bahwa setiap konten memiliki pesan dan setiap pesan memiliki konsekuensi.
(bin/rasyad)
