Rektor ULM berencana memperkuat kehumasan dan memberikan pelatihan kepada tim humas bersama pakar media serta PWI. Kampus juga ingin membangun sinergi dengan insan pers.
BANJARMASIN, borneoinfonews.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berencana memperkuat fungsi kehumasan untuk meningkatkan kemampuan kampus dalam menghadapi isu miring, informasi keliru, dan hoaks yang beredar di era digital.
Rencana tersebut disampaikan Rektor ULM, Dr. dr. H. Iwan Aflanie, M.Kes., Sp.F., S.H., saat menjawab pertanyaan awak media mengenai kemungkinan pembentukan sistem komunikasi krisis atau kanal resmi bagi mitra media untuk melakukan konfirmasi.
Iwan mengatakan, penguatan komunikasi kampus menjadi bagian dari konsep pentahelix yang ingin dikembangkan selama kepemimpinannya. Konsep itu mendorong kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan media.
“Rencana itu ada dan insyaAllah akan kami laksanakan, termasuk memperkuat KPID/Kehumasan di kampus,” kata Iwan.
Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi di tengah kemudahan masyarakat menyebarkan kabar melalui perangkat digital. Karena itu, informasi yang tidak benar perlu ditangani melalui klarifikasi dan penyampaian informasi yang akurat.
“Media sangat berperan menjaga suasana yang kondusif dan atmosfer yang positif. Informasi yang bersifat hoaks itu harus bisa diredam, diklarifikasi, dan ditangkal,” ujarnya.
Meski demikian, upaya tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan fungsi kritis pers. Rektor mengakui bahwa media bekerja berdasarkan prinsip jurnalistik dan etika, termasuk melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan suatu pemberitaan.
Iwan berharap komunikasi antara kampus dan media dapat berjalan lebih terbuka sehingga pertanyaan atau persoalan yang berkembang di masyarakat memperoleh penjelasan dari pihak yang berwenang.
Dalam waktu dekat, ULM juga merencanakan pelatihan formal bagi tim humas dengan melibatkan pakar media dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membuat berita dan menghadapi media.
“Dalam waktu dekat kami juga merencanakan memberikan pelatihan formal untuk tim humas kami bekerja sama dengan pakar media dan PWI, bagaimana cara membuat berita dan menghadapi media,” ungkapnya.
Selain penguatan kapasitas humas, ULM berencana menata kembali pola kerja sama dengan media setelah pembentukan jajaran wakil rektor baru yang diperkirakan berlangsung sekitar Desember. Menurut Iwan, penataan itu diharapkan membuat kemitraan berjalan lebih efektif.
Rencana tersebut masih memerlukan tindak lanjut, termasuk pengaturan mekanisme komunikasi dan koordinasi dengan media. Bagi insan pers, akses konfirmasi yang jelas akan membantu proses verifikasi informasi, terutama ketika muncul isu yang membutuhkan tanggapan cepat.
(borneoinfonews/Rasyad)
