ULM Ingin Tuntaskan Persoalan Sampah dari Lingkungan Kampus

Ketua dan Koordinator UI GreenMetric ULM saat wawancara mengenai pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

Tim UI GreenMetric ULM mendorong pengelolaan sampah yang berorientasi pada penyelesaian di lingkungan kampus. Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dan DLH turut dijajaki.

BANJARMASIN, borneoinfonews.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendorong penguatan pengelolaan sampah di lingkungan kampus agar persoalan sampah dapat ditangani secara lebih terarah. Upaya ini menjadi salah satu perhatian Tim UI GreenMetric ULM dalam mendorong kampus yang berwawasan lingkungan.

Koordinator UI GreenMetric ULM, Prof. Dr. Atiek Winarti, M.Si., M.Sc., mengatakan pihaknya memiliki cita-cita agar ULM mampu menyelesaikan persoalan sampah yang dihasilkan dari aktivitas kampus sendiri.

“Kita justru menyelesaikan urusan-urusan sampah di kampus sendiri begitu,” kata Atiek saat diwawancarai usai audiensi bersama Rektor ULM di Rumah Dinas Rektor, Selasa (27/10/2026).

Menurut Atiek, pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya kampus mendukung keberlanjutan lingkungan. Karena itu, peningkatan peringkat dalam pemeringkatan UI GreenMetric bukan menjadi tujuan utama, melainkan bonus dari upaya nyata perguruan tinggi dalam menjalankan program lingkungan secara berkelanjutan.

Foto: Dr. Eng. Maya Amalia, S.T., M.Eng., Ketua UI GreenMetric ULM (kiri), bersama Prof. Dr. Atiek Winarti, M.Si., M.Sc., Koordinator UI GreenMetric ULM (kanan), saat wawancara mengenai upaya pengelolaan sampah di lingkungan kampus ULM, termasuk rencana kerja sama dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dan Dinas Lingkungan Hidup, Selasa (27/10/2026).

Tim UI GreenMetric ULM juga merencanakan webinar pengelolaan sampah pada 23 November 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengetahuan dan memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan sampah, termasuk peluang pengembangan solusi yang dapat diterapkan di lingkungan kampus.

Ketua UI GreenMetric ULM, Dr. Eng. Maya Amalia, S.T., M.Eng., mengatakan pihaknya mengarahkan upaya tersebut melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi yang menangani persoalan lingkungan.

“Ya, kita memang arahnya ke sana. Kita bekerja sama dengan Pemerintah Kota juga, dengan DLH-DLH,” ujar Maya.

Maya berharap rencana pengelolaan sampah tersebut dapat diwujudkan pada tahun ini atau tahun berikutnya. Ia juga menyinggung peluang pengembangan pengolahan sampah menjadi energi yang sedang menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, pelaksanaan kerja sama dan penerapan program tersebut masih memerlukan tindak lanjut.

Penguatan pengelolaan sampah ini menjadi bagian dari evaluasi Tim UI GreenMetric terhadap upaya keberlanjutan di ULM. Tim berharap program lingkungan tidak hanya berjalan sebagai kegiatan, tetapi juga terintegrasi dalam perencanaan dan kebijakan universitas.

Melalui langkah tersebut, ULM diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan, dimulai dari penanganan sampah yang dihasilkan di lingkungan kampus sendiri.

(borneoinfonews/Rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *