Banjarbaru, borneoinfonews.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan pengumpulan zakat, infaq, dan sedekah sebesar Rp51 miliar pada tahun 2025. Langkah ini diimplementasikan melalui strategi komprehensif guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua BAZNAS Kalsel, Irhamsyah Safari, mengungkapkan bahwa optimalisasi pengumpulan zakat dilakukan melalui pendekatan multi-platform.
“Kami menerapkan strategi jemput zakat, memperkuat layanan donasi daring melalui website resmi, serta memperluas jaringan konter zakat di berbagai lokasi strategis,” ujarnya dalam acara Keteladanan Pemimpin Muslim Berzakat di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (20/3/2025).
Momentum Ramadan menjadi faktor kunci dalam pencapaian target pengumpulan zakat, mengingat peningkatan signifikan dalam pembayaran zakat yang terjadi selama bulan suci ini. BAZNAS Kalsel menargetkan pengumpulan khusus Ramadan sebesar Rp12 miliar, dengan realisasi sementara mencapai Rp7 miliar.
“Kami terus mengintensifkan sosialisasi terkait pentingnya zakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan mekanisme distribusi kesejahteraan,” jelas Irhamsyah.
Selain optimalisasi pengumpulan, BAZNAS Kalsel juga memprioritaskan percepatan distribusi zakat melalui program berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kami telah menyalurkan 3.000 paket Ramadan Bahagia bagi keluarga prasejahtera, menyediakan 100 porsi takjil setiap hari, serta menjalankan program berbuka puasa bagi 1.000 pekerja yang masih bertugas hingga waktu maghrib,” paparnya.
Program lainnya meliputi Belanja Anak Saleh, yang memberikan kesempatan kepada 15 anak yatim untuk berbelanja menjelang Idulfitri, distribusi beras fitrah sebanyak 5 kg untuk 3.900 kepala keluarga penerima manfaat, serta penyaluran dana zakat untuk bantuan kemanusiaan bagi Palestina.
Dengan penerapan strategi yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat, BAZNAS Kalsel berharap dapat meningkatkan keterlibatan publik dalam zakat, infaq, dan sedekah sebagai instrumen transformasi sosial-ekonomi yang berkelanjutan. (bin/mck)
