Banjarbaru, Borneoinfonews.com — Dalam upaya memperkuat sinergi antar umat Kristiani serta memperkokoh semangat kebangsaan di wilayah Kota Banjarbaru, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Kota Banjarbaru menggelar Rapat Koordinasi Daerah (RAKOORDA) pada Sabtu siang (24/05/2025) di Gereja Pantekosta, Guntung Paikat, Banjarbaru.
Kegiatan yang mengusung tema “BAMAGNAS DPD Banjarbaru Bertekad Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Antar Umat Kristiani dalam Bingkai NKRI” ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, perwakilan pemerintah, serta unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), yang secara bersama-sama mendorong pentingnya kolaborasi lintas lembaga demi terciptanya kerukunan dan ketertiban sosial di tengah masyarakat.

Dalam forum strategis yang berlangsung penuh semangat, Ketua BAMAGNAS DPD Kota Banjarbaru, Pdt. Daniel Pitooy, S.Th, menegaskan bahwa RAKOOR ini bukan sekadar forum koordinasi internal organisasi,, tetapi menjadi langkah strategis untuk membangun sinergi antar gereja serta memperkuat peran umat Kristiani di tengah masyarakat.
“Kami ingin membawa satu pemahaman baru tentang kehadiran BAMAGNAS, yaitu menciptakan atmosfer baru agar kemajuan gereja-gereja bisa lebih nyata,” ungkapnyanya.
“Ini akan diwujudkan melalui kerja sama antar gereja, serta kolaborasi aktif dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah.” Tegasnya.
Lebih lanjut, Pdt. Daniel menyampaikan bahwa BAMAGNAS hadir bukan hanya untuk kepentingan umat Kristiani semata, tetapi juga mengusung semangat pelayanan lintas sektor demi kemaslahatan masyarakat Banjarbaru secara luas.
“Itulah visi kami. Sejalan dengan tema Rakoor hari ini, kami tidak ingin ini sekadar slogan. Dalam waktu dekat, kami akan mulai mewujudkannya dengan langkah-langkah konkret dan program-program nyata,” tambahnya.
“Kami mengajak gereja-gereja di Banjarbaru untuk bergabung, berjalan bersama, dan berkontribusi mewujudkan visi BAMAGNAS demi terciptanya persatuan yang kokoh dalam bingkai NKRI.”

Pdt. Daniel Pitooy, S.Th (berbaju putih), Ketua BAMAGNAS DPD Kota Banjarbaru
Ev. Albert Sasalab, S.Th (berbaju biru), Ketua BAMAGNAS DPD Provinsi Kalimantan Selatan
Kyai Dr. H. Muslih Amberi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjarbaru
Nor Aida Puspa Sari, SE, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan)
Semangat kebersamaan ini juga mendapat sambutan hangat dari tokoh lintas agama. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjarbaru, KH. Dr. Muslih Amberi, yang turut hadir dalam RAKOORDA tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap peran BAMAGNAS dalam mempererat persatuan umat Kristiani.
“Saya melihat BAMAGNAS sebagai lembaga yang memiliki potensi besar untuk menyatukan seluruh umat Kristiani di Banjarbaru,” ujarnya.
“Kami dari FKUB siap memfasilitasi apa pun yang dibutuhkan, sesuai kapasitas kami, demi terwujudnya kerukunan umat beragama yang semakin kuat di kota ini.”
Dukungan juga datang dari unsur pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut, Nor Aida Puspa Sari, SE, selaku Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan dari Badan Kesbangpol Kota Banjarbaru. Ia menyampaikan materi seputar legalisasi organisasi masyarakat (ormas).
“Kami dari Badan Kesbangpol Kota Banjarbaru menyatakan BAMAGNAS sudah memenuhi semua persyaratan sebagai ormas yang sah secara hukum. Kami mendukung penuh, Selama persyaratan dipenuhi, proses perizinan sangat mudah. Kami hanya memfasilitasi. Tidak ada yang dipersulit.”tegasnya.

Sebagai penguatan dalam skala regional, Ketua BAMAGNAS DPD Provinsi Kalimantan Selatan, Ev. Albert Sasalab, S.Th, turut menekankan pentingnya peran BAMAGNAS dalam mendukung agenda-agenda kerukunan dan kolaborasi lintas sektor di Kalsel.
“BAMAGNAS memiliki harapan besar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Kristiani di Kalimantan Selatan, dengan semangat kerja sama bersama pemerintah dan seluruh stakeholder, Kami mengundang FKUB agar seluruh gereja memahami pentingnya toleransi beragama, terutama dalam konteks kehidupan sosial di Banjarbaru.” tutupnya
(bin/rasyad)
