Habib Muchdar Hasan Assegaf: Modus Habib untuk Mencuri Ini Memalukan, Saya Minta Dihukum Seberat-beratnya

Datangi penyidik, wawancarai langsung terduga pelaku, singgung riwayat narkoba hingga minta pasal terberat diterapkan

Barito Kuala, borneoinfonews.com – Dugaan pencurian bermodus menyamar sebagai tokoh agama di kawasan Anjir KM 20 memantik reaksi keras dari kalangan habaib. Kasus yang merugikan korban hingga ratusan juta rupiah itu dinilai bukan sekadar tindak kriminal, tetapi juga mencoreng kehormatan keturunan Rasul di mata publik.

Habib Muchdar Hasan Assegaf mengaku sangat malu atas dugaan perbuatan pelaku yang mencatut identitas habib untuk mendapatkan kepercayaan korban.

“Saya sangat malu. Perbuatan seperti ini benar-benar mencoreng marwah para habaib,” tegasnya.

Datangi Penyidik, Wawancarai Langsung Pelaku

Habib Muchdar mengungkapkan, dirinya bahkan turun langsung ke Polres Barito Kuala untuk memastikan duduk perkara.

Ia meminta penyidik menghadirkan terduga pelaku agar bisa dimintai keterangan secara langsung, meski tanpa dokumentasi karena masih tahap penyelidikan.

“Saya minta ke kasat supaya dia dikeluarkan dari tahanan untuk saya wawancarai. Tapi tidak boleh difoto,” ujarnya.

Dari pengakuan yang ia dengar di hadapan penyidik, pelaku disebut memanfaatkan situasi saat berteduh di rumah korban.

“Dia mengaku melihat tas tergantung di belakang pintu kamar, lalu ditemukan uang sekitar enam juta rupiah,” jelasnya.

Singgung Riwayat Narkoba

Habib Muchdar juga mengungkap temuan lain terkait latar belakang terduga pelaku.

“Kita telusuri, dia pernah masuk penjara karena sabu, sebagai pengguna, kasusnya di Pasuruan,” ungkapnya.

Menurutnya, fakta tersebut semakin menegaskan bahwa perilaku pelaku tidak mencerminkan akhlak seorang habib.

Tunjukkan WA Kapolda ke Kasat

Sebagai bentuk keseriusan mengawal perkara, Habib Muchdar mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pimpinan kepolisian daerah.

“Saya sudah WA Kapolda, saya minta supaya dikenakan pasal yang terberat,” katanya.

Pesan tersebut bahkan ia perlihatkan langsung kepada Kasat Reskrim saat berada di ruang penyidik.

“Saya sampaikan ke Pak Kasat, jangan main-main dengan kasus ini. Kita sudah dipermalukan dengan peristiwa seperti ini,” tegasnya.

Ia menekankan, proses hukum harus berjalan profesional tanpa melihat gelar atau nasab.

“Mau habib, mau jenderal, semua sama di depan hukum. Yang dilihat itu pasalnya,” ujarnya.

Peringatan Keras untuk Oknum Habaib

Habib Muchdar menjadikan kasus ini sebagai peringatan terbuka bagi oknum yang menyalahgunakan identitas keturunan Rasul.

“Ini pelajaran bagi para habaib, khususnya pendatang. Jangan memalukan datuk-datuk kita. Leluhur kita berdakwah, bukan mencuri, bukan menipu, bukan nyabu,” katanya.

Ia meminta para habaib menjaga akhlak, terlebih karena masyarakat selama ini menaruh hormat tinggi.

“Kalau tidak punya ilmu, diam. Jangan berbuat aneh-aneh,” tegasnya.

Imbau Publik Tidak Berlebihan Memuliakan

Di sisi lain, Habib Muchdar juga mengingatkan masyarakat agar tidak memuliakan sosok habib secara berlebihan tanpa melihat perilakunya.

“Jangan takut ‘ketulahan’ sama habib, tidak ada dalilnya. Kita semua sama makhluk Allah,” ujarnya.

Ia memastikan pihaknya akan mengawal proses hukum hingga tuntas.

“Kita dukung polisi proses sampai pengadilan, supaya ini jadi pelajaran dan tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Kasus dugaan pencurian bermodus silaturahmi tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi pada Selasa pagi (10/2/2026), menurut keterangan yang beredar luas di media sosial, saat itu dua orang tak dikenal pria dan wanita datang mengaku sebagai habib, lalu diduga membawa kabur uang tunai serta perhiasan korban dengan total kerugian ditaksir lebih dari Rp100 juta.(bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *