Sudah Dilaporkan Bertahun-tahun, Jalan Rusak Cintapuri Belum Ditangani

jalan rusak berlumpur menuju cintapuri kabupaten banjar

Warga sering terjatuh, kades tegaskan jalan berstatus kabupaten

BANJAR, borneoinfonews.com – Kondisi ruas jalan menuju Kecamatan Cintapuri Darussalam kembali dikeluhkan warga setelah video kerusakan jalan tersebut viral di media sosial, Rabu (8/4/2026).

Dalam video yang beredar, terlihat jalan dalam kondisi berkubang, berlumpur, dan dipenuhi lubang besar yang membahayakan pengendara. Warga menyebut, kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun dan kerap menyebabkan kecelakaan.

“Sudah sering orang jatuh di sini, bukan sekali dua kali. Jalannya licin dan berlubang,” ujar warga dalam video tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Banua Anyar, Muslani, membenarkan kondisi jalan tersebut dan mengungkapkan bahwa pihak desa telah berulang kali melaporkan kerusakan tersebut ke pemerintah kabupaten.

“Sudah setiap tahun kami laporkan ke kabupaten, tapi belum ada tindak lanjut lagi untuk ruas yang rusak parah itu,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Ia menegaskan bahwa jalan tersebut bukan merupakan kewenangan desa, melainkan berstatus sebagai jalan kabupaten.

“Bukan jalan desa itu pak, itu jalan kabupaten,” tegasnya.

Muslani menjelaskan, pada tahun 2025 lalu sebagian ruas jalan telah diperbaiki melalui pengaspalan sepanjang kurang lebih 1,8 kilometer, mulai dari Jalan Talenta Pos 31 hingga Desa Banua Anyar.

Namun setelah titik tersebut, kondisi jalan menuju Desa Alalak Padang hingga Desa Sumbersari masih dalam kondisi rusak parah.

“Setelah habis aspal yang 1,8 kilometer itu, menuju Alalak Padang sampai Sumbersari itu yang paling parah jalannya,” jelasnya.

Ia juga menyebut, meskipun terdapat jalur alternatif lain, namun jaraknya cukup jauh sehingga menyulitkan masyarakat.

Selain itu, pihak desa bersama desa lain juga telah menyampaikan kondisi tersebut kepada Dinas PUPR Kabupaten Banjar serta Balai Wilayah Sungai, termasuk terkait akses jembatan di wilayah tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan antar desa dan kecamatan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dinas terkait mengenai penanganan lanjutan jalan tersebut. (bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *