Gelar Sastra Puisi II Satukan Seniman Kalimantan Selatan dalam Ajang Budaya Banua
PARINGIN, borneoinfonews.com – Penampilan musikalisasi puisi mewarnai pelaksanaan Gelar Sastra Puisi II yang menjadi bagian dari rangkaian Balangan Islamic Festival 2026 di Komplek Perkantoran Tugu Maritam, Kecamatan Paringin Selatan, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan bertema Maambung Banua, Manjunjung Budaya tersebut mempertemukan para seniman dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan melalui pertunjukan musikalisasi puisi dan teatrikal puisi.
Ajang seni dan budaya itu menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat pelestarian sastra dan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Ketua TP PKK Kabupaten Balangan, Sri Huriyati Hadi, mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh kabupaten dan kota yang telah berpartisipasi. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dan semakin kuat. Saya bangga dapat berkumpul bersama para seniman,” ujarnya.
Menurut Sri Huriyati, Gelar Sastra Puisi II tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, tetapi juga sarana mempererat hubungan dan kolaborasi antarseniman dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Peserta musikalisasi puisi berasal dari Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Balangan. Sementara peserta teatrikal puisi diikuti perwakilan dari Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Balangan, Hulu Sungai Utara, Tabalong, dan Barito Kuala.
Melalui perpaduan sastra, musik, dan seni peran, para peserta menyampaikan berbagai pesan budaya, nilai kehidupan, serta kearifan lokal yang dikemas dengan gaya dan karakter masing-masing.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir. Penampilan para seniman tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan ruang edukasi budaya melalui karya sastra yang dikemas secara kreatif.
Melalui Gelar Sastra Puisi II, Pemerintah Kabupaten Balangan berharap apresiasi masyarakat terhadap sastra dan budaya daerah terus meningkat serta mampu mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang berkontribusi dalam pelestarian identitas budaya Banua. (bin)
