Seorang pria diduga tenggelam bersama jukung di perairan Waduk Riam Kanan, Desa Bunglai, Kecamatan Aranio. Tim gabungan masih melakukan pencarian.
ARANIO, borneoinfonews.com – Seorang pria dilaporkan diduga tenggelam bersama jukung yang digunakannya di perairan Waduk Riam Kanan, Desa Bunglai, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kamis (8/10/2026).
Pria tersebut diketahui bernama Parhan (30). Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, Parhan diduga tenggelam setelah jukung yang dikemudikannya mengalami kecelakaan dan menabrak tunggul atau tonggak kayu di perairan.
Peristiwa tersebut kemudian memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan. Pencarian dipusatkan di sekitar Jambunau, Desa Bunglai, yang dijadikan titik nol pencarian.
Warga setempat bersama personel Polsek Aranio langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi. DPKP Kabupaten Banjar juga mengerahkan tujuh personel water rescue dengan perahu karet dan perlengkapan selam.
Penyisiran dan Penyelaman Belum Temukan Korban
Rescuer Muhammad Ryan Aditya mengatakan tim telah melakukan penyisiran permukaan dan beberapa kali penyelaman pada Kamis.
“Untuk kegiatan hari ini, kita sudah melaksanakan penyisiran, kemudian juga melaksanakan penyelaman beberapa sortie. Sampai saat ini hasil yang ditemukan masih nihil, korban belum bisa ditemukan,” ujar Ryan.
Menurut Ryan, jarak pandang di bawah air menjadi salah satu kendala dalam proses penyelaman.
Pada siang hari, jarak pandang diperkirakan sekitar dua meter. Sementara pada penyelaman terakhir sore hari, jarak pandang hanya sekitar satu meter.
Kondisi tersebut membuat penyelam harus lebih berhati-hati saat melakukan pencarian di dasar perairan.
Jukung Ditemukan di Dasar Perairan
Tim juga melakukan pencarian di sekitar jukung yang diduga digunakan Parhan.
Jukung tersebut ditemukan berada di dasar perairan dalam kondisi kosong.
“Kita sudah searching di daerah kapalnya, dan kapalnya atau perahunya tadi sudah ada di dasar, itu kosong. Jadi untuk penyelaman mungkin kita standby-kan dulu,” katanya.
Ryan menyebut kedalaman di sekitar lokasi jukung ditemukan diperkirakan mencapai 8 hingga 9 meter.
“Untuk kedalamannya tadi diperkirakan sekitar 8 sampai 9 meter di lokasi kapal tenggelam tadi,” jelasnya.
Dengan jarak pandang yang semakin terbatas, tim untuk sementara mengutamakan penyisiran di permukaan sambil mempertimbangkan kondisi untuk penyelaman berikutnya.
Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, DPKP Kabupaten Banjar, Rescue Borneo, Rakat, tim relawan serta masyarakat sekitar.
Seluruh unsur bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik kejadian.
Ryan juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang ikut bergabung dalam operasi SAR.
“Terima kasih buat teman-teman dan relawan yang sudah bergabung di sini. Kita kerja sama sebagai tim SAR gabungan. Mudah-mudahan korbannya cepat ditemukan dan operasi SAR cepat selesai tanpa adanya kendala ataupun insiden yang menimpa penolong,” ujarnya.
Hingga Kamis sore, Parhan belum ditemukan. Tim gabungan masih melanjutkan pencarian dengan tetap mempertimbangkan kondisi perairan dan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
(bin/rasyad)
