Gubernur Kalsel Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional dan Mancanegara

Pembukaan Bazar UMKM Adaro Spectapreneur 2026 di Lapangan Dr. Murjani, Banjarbaru.

Adaro Spectapreneur 2026 melibatkan 208 UMKM binaan dengan 683 varian produk dari Kalimantan Selatan dan Barito Timur.

BANJARBARU, borneoinfonews.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banua meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, serta memperluas pemasaran hingga pasar nasional dan mancanegara.

Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan Gubernur yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Galuh Tantri Narindra, saat pembukaan Bazar UMKM Adaro Spectapreneur 2026 di Lapangan Dr. Murjani, Banjarbaru, Rabu (21/10/2026).

Muhidin mengapresiasi PT Adaro Indonesia, PT SIS, BUMA, perusahaan mitra, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh pihak yang mendukung program pemberdayaan UMKM tersebut.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu terus berinovasi agar produknya mampu bersaing di tengah pasar yang semakin luas. Peningkatan kualitas, kemasan, dan kelengkapan perizinan menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

Program Adaro Libatkan 1.300 UMKM

Adaro Spectapreneur merupakan program pemberdayaan kewirausahaan tahunan bagi UMKM di wilayah Ring 1 operasional PT Adaro Indonesia. Program ini mencakup inovasi bisnis, pembelajaran melalui Adaro Specta School, pendampingan perizinan, hingga bazar produk.

Program tersebut telah melibatkan 1.300 UMKM. Dari jumlah itu, sebanyak 360 UMKM melakukan inovasi usaha dan produk, 134 UMKM menerima bantuan permodalan, serta 80 UMKM memperoleh pendampingan dan pelatihan usaha.

Selain itu, sekitar 145 UMKM mendapatkan fasilitasi perizinan dan legalitas usaha.

Pada pelaksanaan tahun ini, Bazar Adaro Spectapreneur diikuti 208 UMKM binaan dari Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, serta Barito Timur, Kalimantan Tengah. Mereka membawa 683 varian produk, mulai dari makanan ringan hingga produk kriya dan berbagai produk unggulan daerah.

Legalitas dan Kualitas Produk Jadi Perhatian

Gubernur Muhidin berharap pelaku UMKM menjaga mutu produk, memperbaiki kemasan, dan melengkapi legalitas sesuai kebutuhan usaha. Sertifikasi halal dan izin edar BPOM juga perlu diperhatikan agar konsumen mendapatkan kepastian mengenai produk yang dibeli.

Ia meminta peserta memanfaatkan bazar untuk berinteraksi langsung dengan pembeli, memahami selera pasar, membangun kemitraan, serta memperluas jaringan pemasaran.

“Manfaatkan bazar ini untuk bertemu langsung dengan pembeli, mengenal selera pasar, menjalin kemitraan, dan memperluas jaringan pemasaran, sehingga usaha yang hari ini dirintis di daerah dapat dikenal di tingkat nasional hingga mancanegara,” pesan Gubernur Muhidin.

Ia juga mengajak masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya untuk berbelanja produk UMKM selama bazar berlangsung hingga 25 Oktober 2026.

Dukungan melalui pembelian produk lokal diharapkan membantu meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha para pelaku UMKM.

“Setiap transaksi yang kita lakukan menjadi dukungan nyata bagi pelaku usaha Banua kita tercinta,” pesannya.

Kolaborasi untuk Memperluas Pasar

Muhidin turut menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di daerah.

Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan membuka peluang kemitraan, mendorong inovasi, dan memperluas akses pemasaran produk lokal.

Melalui Adaro Spectapreneur 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap UMKM semakin mandiri dan berdaya saing serta mampu berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Bazar yang berlangsung di Lapangan Dr. Murjani, Banjarbaru, hingga 25 Oktober 2026 ini juga diharapkan membuka peluang usaha baru bagi produk unggulan Banua.

(borneoinfonews/mc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *