300 personel disiagakan, posko induk dan empat pos lapangan segera diaktifkan.
MARTAPURA, Borneoinfonews.com – Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat musim kemarau. Kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat, mengancam kesehatan, dan berdampak pada perekonomian.
Hal ini ditegaskan Bupati Banjar H Saidi Mansyur melalui Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) H Ikhwansyah saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di halaman Kantor BPBD Kabupaten Banjar, Rabu (13/8/2025).
“Pencegahan lebih baik daripada pemadaman. Untuk itu, penting bagi kita semua untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan sinergi antarinstansi,” tegas Ikhwansyah.
Tanggung Jawab Bersama
Ikhwansyah mengingatkan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat dan dunia usaha, sesuai amanat UU Nomor 24 Tahun 2007 dan Perda Kabupaten Banjar Nomor 18 Tahun 2014.
Ia menekankan perlunya deteksi dini, patroli rutin, pemetaan wilayah rawan, dan edukasi masyarakat yang harus dilakukan secara konsisten.
“Saya mengajak para camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat untuk aktif memberikan sosialisasi agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.
300 Personel Disiagakan
Sementara itu, Plt Kalak BPBD Banjar Yayan Daryanto menjelaskan, penanggulangan bencana karhutla di Kabupaten Banjar melibatkan 300 personel dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, BPBD, Dishub, PMI, dan relawan BPK Buser 690.
“Setelah penetapan status siaga, kami akan mengaktifkan posko induk di BPBD serta empat pos lapangan di daerah rawan karhutla,” terangnya.
Larangan Pembakaran Lahan
Yayan juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan selama musim kemarau.
“Membakar lahan, meskipun sedikit, tetap dilarang. Penggunaan api di musim kemarau dapat berdampak serius terhadap kerusakan lingkungan,” pungkasnya.
Dengan kesiapsiagaan ini, Pemkab Banjar berharap potensi kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin, sehingga masyarakat dapat terhindar dari dampak buruk karhutla.(bin/mcb)
