Dr. Iwan Aflanie memaparkan prioritas kepemimpinan ULM, komitmen mencegah mahasiswa putus kuliah, penguatan humas untuk menangkal hoaks, hingga kontribusi akademisi dalam mitigasi bencana.
BANJARMASIN, borneoinfonews.com – Memastikan mahasiswa tetap bisa kuliah meski terkendala biaya, memperkuat komunikasi untuk menangkal hoaks, hingga mendorong kontribusi kampus dalam penanganan bencana. Sejumlah agenda itu menjadi bagian dari arah kepemimpinan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., S.H., yang dipaparkan saat bertemu awak media, Selasa (27/10/2026).
Dalam audiensi dan silaturahmi di Rumah Dinas Rektor ULM tersebut, Iwan menjelaskan bahwa pengembangan kampus akan dijalankan melalui perencanaan yang terukur dan sistematis. Pertemuan itu juga membahas peluang penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Iwan menyebut terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian, yakni tata kelola perguruan tinggi yang berintegritas, peningkatan kualitas pendidikan, serta kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media.
Di bidang pendidikan, ia menegaskan bahwa persoalan ekonomi tidak seharusnya membuat mahasiswa berhenti menempuh pendidikan. ULM, menurutnya, berupaya mengoptimalkan berbagai skema beasiswa dan membuka ruang pengajuan penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang mengalami perubahan kondisi ekonomi selama masa studi.
“Intinya jangan sampai ada yang putus kuliah karena biaya,” tegasnya.
Pada bidang komunikasi publik, Iwan menyampaikan rencana penguatan fungsi kehumasan, termasuk peningkatan kapasitas staf melalui pelatihan bersama pakar media dan organisasi pers. Ia menilai media memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi sekaligus membantu meredam penyebaran kabar bohong.
“Informasi yang bersifat hoaks itu harus bisa diredam, diklarifikasi, dan ditangkal,” ujarnya.
Selain pendidikan dan komunikasi, pembahasan turut menyentuh kontribusi akademisi ULM dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana lainnya. Iwan menyebut sejumlah hasil kajian dan teknologi dari kalangan akademisi telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait. Ia juga mendorong penguatan desa tangguh bencana sebagai bagian dari upaya menghadapi karhutla maupun banjir.
Terkait kemitraan media, Iwan menyatakan kerja sama akan ditinjau kembali agar lebih efektif setelah susunan wakil rektor yang baru terbentuk, yang diperkirakan sekitar Desember mendatang.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi awak media untuk menyampaikan masukan sekaligus membahas peluang komunikasi yang lebih terbuka antara ULM dan pers. Penguatan sinergi itu diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi kampus yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.
(borneoinfonews/Rasyad)
