Aksi Body Painting PMII Soroti Karhutla di Pangkalan Bun

Alt Text Tiga kader PMII Kobar melakukan aksi body painting saat menyuarakan protes terhadap karhutla di Pangkalan Bun Park

Tiga kader PMII Kobar menyampaikan protes melalui body painting sekaligus membagikan masker dan vitamin gratis kepada warga saat CFD.

PANGKALAN BUN, borneoinfonews.com – Tiga kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi protes terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di tengah kegiatan Car Free Day (CFD) di Pangkalan Bun Park, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (27/9/2026).

Aksi tersebut dilakukan bersamaan dengan pembagian masker dan vitamin gratis kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Namun, cara mereka menyampaikan aspirasi menjadi perhatian pengunjung CFD. Ketiga kader PMII bertelanjang dada dan melukiskan sejumlah pesan menggunakan cat pada bagian dada serta punggung.

Tulisan tersebut berisi keresahan terhadap kondisi udara akibat kabut asap dan desakan agar penanganan karhutla dilakukan secara serius.

Beberapa pesan yang ditulis antara lain, “Pak Prabowo Tolong Dada Kami Sesakkk!!!”, “Tolong Kami!!! Kabuttt Asap Sangat Mengganggu Aktivitas Masyarakat” dan “AASSAAPPP!!! KARHUTLA di Daerah Kami Sangat Tebal”.

Ada pula tulisan yang mempertanyakan penyebab karhutla di Kalimantan Tengah, yakni, “Karhutla di Kalimantan Tengah Sengaja di Bakar??? Atau tiba-tiba Terbakar”.

Body Painting Jadi Simbol Protes

Ketua Cabang PMII Kobar, Syarif Akhmad Darussalam, mengatakan body painting sengaja dipilih sebagai simbol keresahan masyarakat yang terdampak kabut asap.

Menurutnya, masyarakat saat ini harus berhadapan langsung dengan asap akibat karhutla.

Ia mengatakan pembagian masker dan vitamin menjadi langkah untuk membantu warga menghadapi kondisi tersebut. Namun, penanganan sumber persoalan tetap membutuhkan tindakan pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Kami tidak bisa tinggal diam melihat masyarakat terus-menerus menghirup udara beracun. Melalui tulisan di tubuh ini, kami ingin menyuarakan jeritan masyarakat yang dadanya sesak akibat bencana asap tahunan ini,” tegas Syarif.

PMII Pertanyakan Penyebab Karhutla

Salah satu peserta aksi, Fakhrurozi, turut menyampaikan kritik terhadap penanganan karhutla.

Ia mempertanyakan apakah kebakaran yang terjadi merupakan peristiwa alam atau terdapat unsur kesengajaan.

“Kami mempertanyakan keberanian penegak hukum dalam menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan—apakah ini murni terbakar atau sengaja dibakar demi kepentingan tertentu?” tegasnya di Pangkalan Bun Park.

Pernyataan tersebut merupakan sikap dan pertanyaan yang disampaikan peserta aksi. Penyebab masing-masing peristiwa karhutla tetap membutuhkan pemeriksaan serta pembuktian oleh pihak berwenang.

Masker dan Vitamin Dibagikan kepada Warga

Selain menyampaikan aspirasi, kader PMII Kobar juga membagikan masker dan vitamin secara gratis kepada warga yang mengikuti kegiatan CFD.

Masker dan vitamin tersebut mendapat respons dari pengunjung. Persediaan yang disiapkan dilaporkan habis dibagikan kepada masyarakat.

Tulisan pada tubuh para kader juga menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.

Melalui aksi tersebut, PMII Kobar mendesak pemerintah daerah, pemerintah pusat serta aparat penegak hukum mengambil langkah konkret dalam penanganan karhutla.

Mereka meminta titik api segera ditangani dan dugaan pelanggaran terkait kebakaran hutan dan lahan diusut sesuai ketentuan hukum.

Aksi di Pangkalan Bun Park tersebut sekaligus menjadi cara PMII menyampaikan keresahan masyarakat mengenai dampak kabut asap di tengah aktivitas warga pada akhir pekan.

(bin/sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *