Banjarbaru, borneoinfonews.com – Dalam balutan semangat kebersamaan dan spiritualitas, warga Perumahan Galuh Cempaka 4 RT 45, Banjarbaru, memperingati Hari Asyura 10 Muharram 1447 H dengan cara yang unik dan penuh makna: memasak bubur asyura secara gotong royong, Minggu (6/7/2025).
Sejak pagi hari, halaman musala setempat sudah dipadati warga lintas usia. Ibu-ibu sibuk meracik bumbu dan memotong bahan, para bapak mengaduk bubur besar di dalam kuali, sementara remaja dan anak-anak turut membantu mendistribusikan ke rumah-rumah warga.
Ketua RT 45, Siswo, mengatakan bahwa tradisi ini sudah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi salah satu momen yang dinanti setiap tahunnya.
“Selain meneladani nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Asyura, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat hubungan antarwarga. Di tengah rutinitas dan kesibukan sehari-hari, momen seperti ini sangat penting,” ujar Siswo kepada Borneo Info News.
Bubur asyura yang dimasak tidak sekadar makanan biasa. Komposisinya mencerminkan kekayaan rasa dan semangat persatuan—terdiri dari beras, santan, jagung, kacang-kacangan, ubi, hingga aneka sayuran, simbol keberagaman yang berpadu dalam satu cita rasa.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga dijadikan sebagai ajang edukasi bagi anak-anak agar mengenal nilai-nilai sejarah dan spiritualitas Islam.
“Kami ingin anak-anak tahu bahwa makanan ini punya cerita. Ada makna ibadah, ada semangat gotong royong, dan ada pelajaran tentang berbagi,” tambahnya.
Tradisi memasak bubur asyura ini tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperlihatkan bahwa nilai-nilai budaya dan kebersamaan tetap lestari di tengah masyarakat modern.
“Semoga tradisi ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lain,” pungkas Siswo.
Redaksi BorneoInfoNews
Terus Ikuti Informasi Viral dan Budaya Lokal Hanya di Borneoinfonews.com
