ULM naik dari peringkat 1.016 menjadi 683 dunia pada 2026. Tim UI GreenMetric berharap capaian tersebut diikuti penguatan kebijakan dan program kampus berwawasan lingkungan.
BANJARMASIN, borneoinfonews.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mencatat peningkatan peringkat dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2026. Kampus tersebut naik dari posisi 1.016 menjadi peringkat 683 dunia.
Capaian itu disampaikan Koordinator UI GreenMetric ULM, Prof. Dr. Atiek Winarti, M.Si., M.Sc., saat audiensi bersama Rektor ULM di Rumah Dinas Rektor, Selasa (27/10/2026). Dalam pemeringkatan nasional, ULM berada di posisi ke-76 dan menjadi perguruan tinggi peringkat kedua di Kalimantan berdasarkan catatan tim.
“Ya, menyampaikan program-program UI GreenMetric dan capaian-capaian yang sudah kami dapatkan selama setahun 2026. Kebetulan tahun 2026 ini kami naik peringkat dari 1016 ke 683 ya. Jadi, loncatan yang memang sangat signifikan sehingga layaklah kami sampaikan kepada Pak Rektor,” kata Atiek.
UI GreenMetric merupakan pemeringkatan tingkat internasional dan nasional yang menilai komitmen serta upaya perguruan tinggi dalam mewujudkan kampus berwawasan lingkungan. Menurut Dr. Eng. Maya Amalia, S.T., M.Eng., ULM telah mengikuti pemeringkatan tersebut selama tiga tahun.
Maya mengatakan, peningkatan peringkat perlu diikuti penguatan dari sisi internal, termasuk melalui penyusunan kebijakan yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Tim berharap hasil audiensi dapat menjadi bahan bagi pimpinan universitas untuk memperkuat program tersebut sekaligus mendukung indikator kinerja utama perguruan tinggi.

“Kalau UI GreenMetric itu sebenarnya kan pemeringkatan internasional dan juga nasional untuk kampus berbasis lingkungan. Jadi, ULM itu sudah aktif 3 tahun ini,” ujar Maya.
Atiek menegaskan, peringkat bukan tujuan utama yang ingin dicapai tim. Menurutnya, hal terpenting ialah memastikan ULM berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program yang direncanakan dan dijalankan secara konsisten.
“Ya, sebenarnya peringkat itu bukan tujuan utama kami ya. Kami itu ingin… itu bonus sebenarnya. Tujuan kami adalah bagaimana menciptakan ULM ini yang ikut mendukung sustainability begitu, sebenarnya itu utamanya,” ungkap Atiek.
Dalam audiensi tersebut, tim juga menyampaikan hasil evaluasi kegiatan di tingkat fakultas. Data yang dihimpun akan menjadi bahan evaluasi dan perencanaan program keberlanjutan lingkungan pada tahun berikutnya.
Tim turut mengidentifikasi sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat, antara lain pengelolaan air, energi, perubahan iklim, tata kelola, dan digitalisasi. Penguatan koordinasi internal serta penataan kelembagaan juga menjadi bagian dari pembahasan bersama Rektor ULM.
Selain itu, Tim UI GreenMetric merencanakan webinar pengelolaan sampah pada 23 November 2026. Kegiatan tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan dan mendukung upaya pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan kampus.

Atiek menyebut, ULM memiliki cita-cita agar kampus mampu menangani persoalan sampahnya sendiri. “Kita maunya sih ULM itu sebenarnya cita-citanya ya, sampahnya sampahnya berakhir di sini. Jadi kita nggak… enggak memproduksi sampah, bukan. Kita justru menyelesaikan urusan-urusan sampah di kampus sendiri begitu,” katanya.
Melalui evaluasi dan penguatan program tersebut, tim berharap capaian UI GreenMetric ULM tidak berhenti pada peningkatan peringkat, tetapi juga tercermin dalam praktik keberlanjutan lingkungan di lingkungan universitas.
(borneoinfonews/Rasyad)
