Baru berusia satu tahun, destinasi wisata berbasis BUMDes di Karang Intan ini sukses menarik wisatawan, menggerakkan ekonomi warga, dan memberdayakan pemuda lokal.
Martapura, borneoinfonews.com – Di tengah berkembangnya sektor pariwisata Kalimantan Selatan, Kampung Putra Bulu muncul sebagai salah satu destinasi wisata yang mencuri perhatian. Berlokasi di Karang Intan, Awang Bangkal Barat, wisata berbasis desa ini tidak hanya menawarkan panorama danau yang memikat, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Bahkan, dalam waktu yang relatif singkat, tempat wisata tersebut berhasil menarik kunjungan masyarakat hingga berbagai kalangan pejabat daerah.
Memasuki usia satu tahun, Kampung Putra Bulu terus menunjukkan perkembangan yang positif. Selain menghadirkan berbagai wahana rekreasi, pengelola juga aktif melibatkan masyarakat dalam setiap proses pengembangannya.
Perwakilan pengelola Kampung Putra Bulu, Aria, mengatakan pihaknya baru saja merayakan hari jadi pertama destinasi wisata tersebut.
“Kita berdiri sekitar satu tahun yang lalu, Kak. Kebetulan kita merayakan anniversary pada bulan ini,” ujarnya.

Berbeda dengan wisata air pada umumnya, Kampung Putra Bulu menawarkan konsep rekreasi yang memadukan keindahan alam dan aktivitas interaktif. Karena itu, pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan danau, tetapi juga dapat merasakan berbagai wahana yang tersedia.
Pengelola menyediakan jet ski, banana boat, dan donut boat bagi pengunjung yang menyukai tantangan. Selain itu, tersedia pula kano dan sepeda air berbentuk bebek yang cocok untuk keluarga maupun anak-anak.
Sementara itu, deretan gazebo yang berada di tepi danau menjadi pilihan favorit bagi pengunjung yang ingin bersantai. Dengan suasana yang tenang dan pemandangan yang indah, kawasan tersebut memberikan pengalaman wisata yang berbeda.
Tidak hanya menjadi tujuan rekreasi, Kampung Putra Bulu juga berkembang sebagai lokasi berbagai kegiatan. Bahkan, sejumlah instansi pemerintah kerap menggelar gathering, rapat kerja, hingga kegiatan kebersamaan di kawasan tersebut.
Menurut Aria, sejumlah pejabat daerah, termasuk Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama jajaran kepala dinas, pernah berkunjung dan melaksanakan kegiatan di lokasi wisata tersebut.

Lebih lanjut, Aria menjelaskan bahwa kekuatan utama Kampung Putra Bulu terletak pada konsep pengelolaan berbasis masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh aktivitas operasional wisata melibatkan warga lokal yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Para pemuda desa menjalankan berbagai layanan wisata setiap hari. Selain itu, masyarakat sekitar juga mengisi seluruh posisi karyawan yang ada di kawasan wisata tersebut.
“Di sini bukan wirausaha perorangan, melainkan dikelola oleh BUMDes. Dijalankan oleh pemuda-pemuda kampung, dan semua karyawannya murni lokal di sini. Anak-anak muda kami tarik semua agar bisa ikut serta mengelola tempat wisata ini,” jelasnya.
Karena melibatkan masyarakat secara langsung, keberadaan Kampung Putra Bulu memberikan manfaat ekonomi yang cukup besar. Tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, wisata ini juga mendorong tumbuhnya berbagai usaha pendukung di lingkungan sekitar.
Di sisi lain, keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan wisata turut menciptakan ruang produktif bagi pemuda desa. Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
Meski baru berusia satu tahun, Kampung Putra Bulu telah menunjukkan potensi yang menjanjikan. Oleh karena itu, pengelola berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan kepada pengunjung.

Sebagai bentuk rasa syukur, pihak pengelola juga berencana menggelar acara syukuran bersama seluruh karyawan dan tokoh masyarakat setempat. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi dan merancang pengembangan wisata ke depan.
Pada akhirnya, Kampung Putra Bulu tidak hanya menghadirkan destinasi wisata baru bagi Kabupaten Banjar. Lebih dari itu, wisata ini membuktikan bahwa kolaborasi masyarakat, pemuda desa, dan BUMDes mampu menciptakan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat potensi wisata lokal yang berkelanjutan. (bin/ip)
