Wamen ATR Tekankan Pelayanan Loket Berkualitas

Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan meninjau pelayanan pertanahan di Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung.

Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan menegaskan kualitas pelayanan loket menjadi tolok ukur keberhasilan kantor pertanahan dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.

BANDAR LAMPUNG, borneoinfonews.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan kualitas pelayanan di loket menjadi tolok ukur utama keberhasilan Kantor Wilayah (Kanwil) maupun Kantor Pertanahan (Kantah) dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Menurut Ossy, sekitar 80 persen layanan Kementerian ATR/BPN merupakan pelayanan publik. Karena itu, tingkat kepuasan masyarakat menjadi indikator utama keberhasilan penyelenggaraan pelayanan pertanahan di daerah.

“Pelayanan ATR/BPN 80 persen adalah pelayanan yang bersifat publik sehingga ukuran keberhasilan kita di daerah, baik di Kanwil maupun Kantah adalah jika masyarakat yang datang meminta pelayanan bisa terlayani dengan sebaik-baiknya,” ujar Ossy dalam keterangan resminya yang diterima InfoPublik, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan loket pelayanan memiliki peran strategis sebagai titik pertama interaksi antara masyarakat dengan pemerintah. Oleh sebab itu, petugas dituntut mampu memberikan informasi yang jelas, akurat, serta mudah dipahami masyarakat.

“Betapa pentingnya fungsi dari loket yang ada di depan sebagai sumber informasi, tempat berkeluh kesah masyarakat, dan mudah-mudahan bisa menjadi sumber dari solusi yang diharapkan masyarakat,” katanya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wamen ATR/Waka BPN juga meninjau pelaksanaan program Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) di Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung.

Didampingi Kepala Kanwil BPN Provinsi Lampung Hasan Basri Natamenggala dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung Ulin Nuha, Ossy melihat langsung aktivitas pelayanan di loket, termasuk proses pencetakan Sertipikat Elektronik bagi masyarakat yang telah menyelesaikan layanan roya.

Selain meninjau pelayanan, Ossy juga menyerahkan dua sertipikat Barang Milik Negara (BMN) kepada Kantor Wilayah Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Profesionalisme dan Integritas Jadi Prioritas

Dalam arahannya kepada jajaran BPN di Provinsi Lampung, Ossy menekankan peningkatan kualitas pelayanan harus dibangun di atas dua pilar utama, yaitu profesionalisme dan integritas.

Menurutnya, profesionalisme tidak hanya diukur dari kecepatan pelayanan, tetapi juga dari ketepatan, ketelitian, akurasi, serta kompetensi petugas dalam menjalankan setiap proses administrasi pertanahan.

“Profesional itu artinya secara kompetensi kita betul-betul curahkan waktu, tenaga, pikiran kita. Misalnya tidak ada lagi pemetaan maupun pengukuran yang salah. Kalau profesional ya harus benar, lalu juga cepat tetapi tetap teliti dan akurat,” tegasnya.

Ossy berharap seluruh jajaran ATR/BPN terus meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat memperoleh kepastian hukum atas hak tanah melalui pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan terpercaya.

Kunjungan kerja tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kementerian ATR/BPN memastikan implementasi pelayanan publik berjalan optimal di daerah sekaligus memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Turut mendampingi Wamen ATR/Waka BPN dalam kegiatan tersebut Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance Ajie Arifuddin serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Hendri Teja. (bin/ip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *