Target Rampung 2028, Akses Mali-Mali–Sirkuit Balipat Digadang Jadi Motor Ekonomi Banua Anam
Banjarbaru, borneoinfonews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mempercepat pembangunan Jalan Lintas Tengah yang akan menghubungkan Jalan Mali-Mali, Kabupaten Banjar hingga kawasan Sirkuit Balipat, Rantau, Kabupaten Tapin. Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada 2028 dan menjadi tulang punggung konektivitas wilayah tengah Kalsel.
Komitmen pembangunan infrastruktur tersebut sejalan dengan visi Gubernur H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman dalam memperkuat akses transportasi lintas kabupaten.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kabid Bina Marga Robby Cahyadi mengatakan, tahapan penting persiapan pengadaan tanah telah diselesaikan.
“Kita sudah melaksanakan proses persiapan pengadaan tanah. Dokumen DPPT sudah kita selesaikan. Mudah-mudahan dari dokumen ini kita bisa berlanjut ke tahapan selanjutnya bersama rekan-rekan BPN serta pemerintah kabupaten/kota terkait,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, pengadaan tanah ditargetkan mulai berjalan pada 2026, melibatkan tim pelaksana dan appraisal untuk penilaian lahan. Dari hasil perhitungan awal konsultan penyusun DPPT, kebutuhan anggaran pembebasan lahan diperkirakan mencapai sekitar Rp75 miliar.
Jalan Lintas Tengah dirancang sepanjang kurang lebih 30 kilometer dengan lebar right of way (ROW) 40 meter. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan dari kawasan Mali-Mali hingga akses keluar di sekitar Sirkuit Balipat, Rantau.
“Pada tahap pelaksanaan saat ini, akses difokuskan dari Mali-Mali, Kabupaten Banjar hingga jalan Sirkuit Balipat, Rantau, Kabupaten Tapin. Untuk outlet atau akses keluar, direncanakan berada di sekitar kawasan sirkuit,” jelasnya.
Pemerintah optimistis kehadiran jalan ini akan mengoptimalkan konektivitas Banua Anam, mempercepat distribusi logistik, sekaligus membuka simpul-simpul pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tengah Kalsel. (bin/mck).
